Melalui Program Dokter Spesialis Keliling, Warga Jepara Antusias Periksa TBC
Para warga Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara antusias melakukan pemeriksaan kesehatan gratis pada program dokter spesialis keliling
Suasana peringatan HKN di RS Jiwa Grhasia pada Jumat (17/11/2023).(Harian Jogja/Catur Dwi Janati)
SLEMAN—RS Jiwa Grhasia menggelar sejumlah kegiatan untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-59. Topik kearifan lokal dan pelayanan kesehatan tradisional ikut digaungkan dalam peringatan HKN ke-59 di RS Jiwa Grhasia.
Direktur RS Jiwa Grhasia, Akhmad Akhadi menjelaskan tema HKN di RS Jiwa Grhasia mengacu tema pusat yang mengusung Transformasi Pelayanan Kesehatan Untuk Terus Maju. Salah satu agenda transformasi pelayanan kesehatan yang dibahas yakni pelayanan kesehatan tradisional.
Baca Juga: Pemda DIY Ungkap Alasan Maraknya Kasus Bunuh Diri, Ingatkan Layanan Kesehatan Mental
"Kesehatan tradisional itu di kita masyarakat Jawa macam-macam, ada mengenal jamu, kemudian mengenal terapi tradisonal lainnya misalkan bekam, akupuntur, pijat capek, jadi memang itu kita angkat untuk Hari Kesehatan Nasional," kata Akhmad pada Jumat (17/11/2023).
Akhmad menilai kemajuan suatu bangsa yang bagus ialah yang tanpa meninggalkan kearifan lokalnya. Misalnya kearifan lokal seperti mangan ora mangan asal kumpul. Bagaimana kebahagiaan saat kumpul bersama, seperti senam bersama lalu diberikan edukasi kesehatan.
"Di samping itu kearifan lokal itu adalah selain terapi kimia, terapi modern, masyarakat Jawa juga kaya akan terapi terapi tradisional dan itu juga merupakan entitas kearifan lokal," ucapnya.
Lebih lanjut, aspek kearifan lokal kata Akhmad juga bisa bersinggungan dengan kesehatan jiwa. Beberapa filosofis kearifan lokal di masyarakat seperti bloko erat dengan kesehatan jiwa. Belum lagi budaya cakruk dan angkringan yang dinilai Akhmad juga kental dengan saling bercerita.
"Jadi kalau masalah itu jangan diampet, bloko saja ngomong, itu kan kearifan lokal. Kemudian yang kedua menghormati yang lebih tua dan yang lebih tua itu bisa menyayangi yang lebih muda itu juga kearifan lokal," kata dia.
Baca Juga: Dengan Aplikasi Grhasia Sadewa, Penjemputan ODGJ Bisa Lebih Cepat
Di RS Jiwa Grhasia, peringatan Hari Kesehatan Nasional juga dibarengkan dengan HUT RS Jiwa Grhasia yang sudah dimulai sejak 29 September lalu. Kegiatannya beragam, mulai dari seminar, jalan sehat, senam bersama, donor darah, temu pelanggan hingga peresmian Gedung Puri Amartha.
Hidangan yang disuguhkan dalam sejumlah kegiatan di atas juga mengangkat kearifan lokal fitofarmaka. Seperti seruni, jahe, temulawak, kunir, asem dan sebagainya.
Selain itu juga digelar senam bersama kelompok usia lanjut Pakembinangun dan pemeriksaan parameter kesehatan seperti tekanan darah, gula darah, tinggi badan dan berat badan.
Baca Juga: Sultan HB X: Layanan Trauma Healing Dibutuhkan Seiring Banyak Kekerasan hingga Bencana
"Nanti tanggal 24 November akan digelar Grhasia Goes To Campus untuk memberikan sosialisasi edukasi pencegahan kesehatan mental pada mahasiswa. Itu di Universitas Ahmad Dahlan Kampus III," terangnya.
Harapan Akhmad segala rangkaian kegiatan HKN dapat mendukung transformasi layanan kesehatan di Indonesia. "RS Jiwa Grhasia ini bisa menjadi rumah sakit yang kemudian memiliki keunggulan dalam pelayanan kesehatan jiwa," tandasnya. (***).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Para warga Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara antusias melakukan pemeriksaan kesehatan gratis pada program dokter spesialis keliling
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis15 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
DPRD Sleman mengimbau warga mengurangi pembakaran sampah, membatasi aktivitas luar ruang, dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan asap.
Google merilis Gemini 4 Argon secara global untuk pengembang, perusahaan, dan pelanggan berbayar. Simak harga API, fitur, dan akses gratis terbatas.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong penguatan City of Festival untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan belanja di usaha lokal.
Kenali lima keterampilan mengemudi mobil, mulai dari parkir di ruang sempit, menghadapi tanjakan, menjaga jarak, memeriksa blind spot, hingga menangani ban boco