Advertisement

Dengan Aplikasi Grhasia Sadewa, Penjemputan ODGJ Bisa Lebih Cepat

Abdul Hamied Razak
Rabu, 17 Agustus 2022 - 05:27 WIB
Sirojul Khafid
Dengan Aplikasi Grhasia Sadewa, Penjemputan ODGJ Bisa Lebih Cepat Tim Grhasia Sadewa RSJ Grhasia DIY usai peluncuran aplikasi Grhasia Sadewa, Selasa (16/8/2022). Aplikasi ini mampu memotong rantai birokrasi penjemputan ODGJ dari lima hari menjadi satu hari saja. - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Untuk memberikan pelayanan terbaik bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), RSJ Grhasia DIY meluncurkan aplikasi Grhasia Sadewa, Selasa (16/8/2022). Aplikasi ini mampu memotong rantai birokrasi penjemputan ODGJ dari lima hari menjadi satu hari saja.

Direktur RSJ Grhasia, Akhmad Akhadi, mengatakan penanganan ODGJ hingga kini masih menghadapi masalah mulai dari stigmatisasi ODGJ, aksesibilitas bagi ODGJ, hingga masalah kapabilitas SDM kesehatan jiwa. Secara nasional prevelansi ODGJ yang belum mendapatkan pengobatan sekitar 16,1% sementara di DIY angkanya menyentuh 22,1%.

"Kondisi ini terjadi akibat adanya stigmatisasi negatif ODGJ di masyarakat. Masih banyak yang beranggapan ODGJ ini memalukan. Dampaknya masih ada ODGJ yang dipasung atau diisolir dari lingkungan," katanya usai kegiatan Soft Launching Aplikasi Layanan Penjemputan ODGJ Ghrasia Sadewa, Selasa (16/8/2022).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Untuk memberikan aksesibilitas yang luas bagi masyarakat, lanjut Akhadi, RSJ Grhasia merilis aplikasi Grhasia Sadewa. Layanan Penjemputan ODGJ ini bisa dilakukan oleh keluarga, petugas Puskesmas atau tokoh masyarakat setempat. "Jadi layanan ini mempermudah permintaan evakuasi ODGJ dari lokasi ke RSJ Ghrasia," katanya.

BACA JUGA: Mulai 22 Agustus, Vaksinasi Booster di Sleman Bisa Diakses di Balai Desa

Layanan Grhasia Sadewa tersebut, lanjut Akhadi, mampu memangkas lamanya birokrasi surat menyurat. Dari sebelum penjemputan ODGJ bisa dilakukan lima hari sejak surat dikirim, dengan aplikasi tersebut hanya membutuhkan waktu satu hari. Dia berharap aplikasi layanan penjemputan ODGJ tersebut mampu membantu masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan jiwa.

"Sebelumnya dilakukan simulasi ke Playen Gunungkidul, setelah menerima permintaan dan dilakukan asessmen hanya butuh waktu 8 jam ODGJ sudah tiba di RSJ Grhasia. Kalau di Sleman setidaknya bisa 6 jam," katanya.

Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan RSJ Grhasia, Sudiharja, mengatakan layanan penjemputan ODGJ menggunakan aplikasi Grhasia Sadewa tersebut sudah bisa diakses oleh masyarakat dan akan dievaluasi penggunaannya setelah setahun diluncurkan. "Sebenarnya layanan penjemputan ODGJ sudah lama kami lakukan hanya saja belum ada SOP yang baku dan membutuhkan birokrasi yang lama," katanya.

Dengan memangkas birokrasi dari sebelumnya lima hari menjadi satu hari, penggunaan layanan digital tersebut diharapkan membantu masyarakat yang membutuhkan. Apalagi, katanya, prevalensi ODGJ di wilayah DIY terbilang tinggi bahkan nomor 2 se Indonesia. Prevalensi ODGJ secara Nasional sebesar 7 permil sementara di DIY 10,4 permil.

Advertisement

"Kalau diasumsikan dengan jumlah penduduk di DIY angkanya luar biasa. Bahkan hasil SPK Program Indonesia Sehat yang diadakan Kemenkes kemarin, nyuwunsewu, 44% ODGJ di DIY belum dirawat dan ditelantarkan, menggelandang atau ditaruh di panti-panti," katanya.

BACA JUGA: 6.000 Pekerja Konstruksi Tol Jogja-Bawen Diasuransikan

Agar pemerintah bisa hadir untuk menangani ODGJ, layanan penjemputan ODGJ tersebut diharapkan bisa membuka akses masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa. Pasalnya, lanjut Sudi, selain stigmatisasi ODGJ, tidak sedikitAgar pemerintah bisa hadir untuk menangani ODGJ, layanan penjemputan ODGJ tersebut diharapkan bisa membuka akses masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa.

Advertisement

Pasalnya, lanjut Sudi, selain stigmatisasi ODGJ, tidak sedikit masyarakat yang terkendala masalah biaya sehingga enggan mengantar pasien ke RSJ. "Dengan layanan ini masalah biaya juga bisa tereduksi karena kami bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk penanganan ODGJ," katanya

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kapolres Malang Dicopot dari Jabatannya, Buntut Tragedi Kanjuruhan

News
| Senin, 03 Oktober 2022, 19:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement