Kebocoran Retribusi Pantai Terungkap, Pemkab Ambil Alih TPR Kemadang
Pemkab Gunungkidul mengambil alih pengelolaan retribusi wisata di TPR Kemadang setelah ditemukan kebocoran penarikan retribusi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan hingga sekarang ini belum indikasi anak yang terjangkit Japanese Ecephalitis (JE) atau radang otak. Meski demikian, sosialisasi pencegahan di Masyarakat akan terus dilakukan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, hingga sekarang belum ada laporan terkait dengan penyebaran penyakit JE di wilayah Bumi Handayani. Pasca-adanya temuan suspek di Kulonprogo sudah dilakukan koordinasi internal.
“Gunungkidul belum ada kasusnya,” kata Dewi kepada Harianjogja.com, Minggu (19/11/2023).
BACA JUGA: Seorang Anak di Kulonprogo Meninggal Akibat Virus Peradangan Otak, Empat Lainnya Suspek
Menurut dia, ketiadaan kasus tidak membuat dinas Kesehatan terus berdiam diri. Upaya pencegahan terus digalakan guna menangkal penyakit yang disebabkan oleh nyamuk culex.
“Tentu sosialisasi pencegahan ke Masyarakat terus digencarkan,” katanya.
Dewi mengungkapkan, untuk sosialisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Selain penyuluhan langsung ke Masyarakat bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan posyandu dan lain sebagainya, juga ada pemasangan flayer tentang bahaya dan pencegahan penyakit JE.
“Kita sudah menyasar ke teman-teman di fasilitas Kesehatan [Faskes] tentang aturan dan informas penyakit JE. Harapannya bisa diteruskan ke Masyarakat melalui berbagai penyuluhan Kesehatan,” katanya.
Ia mengungkapkan, upaya pencegahan juga membutuhkan partisipasi dari Masyarakat agar hasilnya bisa dioptimalkan. Penyebaran penyakit JE tidak jauh berbeda dengan DBD karena sama-sama disebarkan melalui nyamuk, meski jenisnya berbeda.
Oleh karenanya, sambung Dewi, Masyarakat bisa terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, juga makan-makanan bergizi dan rutin berolahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.
“Kalau tubuh fit, maka potensi terserang penyakit akan berkurang,” katanya.
BACA JUGA: Ada 13 Kasus Suspek Virus Peradangan Otak di DIY, Dinkes Jogja Siapkan Vaksinasi
Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S berharap kepada pemkab untuk benar-benar mewaspadai penyebaran penyakit JE yang disebabkan oleh nyamuk culex. Meski belum ada laporan kasus, kesiapsiagaan dan upaya pencegahan terus disosialisasikan ke Masyarakat.
“Tidak ada kasus bukan berarti aman dari potensi penyebaran. Jadi, Masyarakat harus terus diedukasi untuk bersama-sama melakukan pencegahan sehingga bisa terhindar dari penyakit ini,” kata Ery.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengambil alih pengelolaan retribusi wisata di TPR Kemadang setelah ditemukan kebocoran penarikan retribusi.
PWI Pusat akan mencabut laporan terhadap Hotman Paris di Polda Metro Jaya setelah tercapai kesepahaman melalui mediasi yang difasilitasi Sufmi Dasco Ahmad.
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain asing telah tiba dan menjalani MCU. Manajemen kini menuntaskan administrasi sebelum peluncuran tim.
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.