Kenapa Sudah Online Tapi Sepi Pembeli? Realitas Baru Digitalisasi UMKM
Menurut Survei Profil Internet Indonesia 2025 dari APJII, penetrasi internet di DI Yogyakarta menembus 91,18 persen, tertinggi kedua nasional
Suasana pembukaan kompetisi sepak bola usia dini DCT KBPP Polri yang digelar di Lapangan Kenari pada Sabtu (25/11/2023) dengan melibatkan 53 tim dari seluruh Indonesia./ Harian Jogja - Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Kompetisi sepak bola kelompok umur dengan tajuk Dream Come True Keluarga Besar Putra Putri Polri ( DCT KBPP Polri) Cup 2023 resmi digulirkan di lapangan Kenari, Jogja.
Pembukaan pertandingan yang diikuti oleh 53 klub seluruh Indonesia itu ditandai dengan tendangan sepak mula oleh Kapolda DIY Irjen Suwondo Nainggolan dan Ketua Umum KBPP Polri Evita Nursanty, Sabtu (25/11/2023).
DCT KBPP Polri Cup merupakan ajang pembinaan sepak bola usia dini yang menyasar kelompok umur 9, 10, 11, 12 dan 13 tahun. Sejumlah klub yang bertanding di Jogja pada Sabtu dan Minggu (25-26-11/2023) ini sebelumnya telah mengikuti seleksi di tingkat regional masing-masing. Diharapkan kompetisi ini bisa berlangsung setiap tahun guna memunculkan bakat sepak bola muda.
"Saya mengucapkan selamat datang kepada peserta dan seluruh panitia. Mereka adalah pemenang di tingkat regional. Pemenang dari regional hadir di sepakbola nasional. Saya sangat gembira dengan acara ini yang diharapkan bisa digelar setiap tahun sesuai dengan komitmen kita," kata Evita.
Dirinya berharap kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang pertandingan biasa melainkan kesempatan bagi seluruh klub yang terlibat untuk memamerkan bakat sepak bola muda yang dimiliki oleh masing-masing. Selain itu, juga menjadikan ajang ini sebagai pencetak bibit muda atlet sepak bola yang nantinya bisa berlaga di kompetisi sepak bola nasional bahkan internasional.
"Kami yakin dengan kegiatan kompetisi sepak bola yang konsisten dan terarah maka akan bisa mewujudkan mimpi kita agar melahirkan sebanyak-banyaknya atlet sepak bola nasional. Kami juga yakin bahwa olahraga sangat penting untuk membentuk karakter, sehingga kami kasih kesempatan untuk mereka belajar hal yang positif dalam turnamen ini," kata dia.
BACA JUGA: Main Sepak Bola Bareng Pelajar di Papua, Presiden Jokowi Cetak Satu Gol
Sementara Kapolda DIY berpesan kepada para pemain sepak bola usia dini yang ikut turnamen ini untuk mengambil kesempatan belajar berkembang dan yang terpenting bersenang-senang melalui sepak bola.
"Yang penting bukanlah menang atau kalah, tapi bagaimana kita bermain dengan semangat sportivitas dan membangun kenangan yang tak terlupakan. Selamat bertanding dan semoga yang terbaik meraih kemenangan," ujarnya.
Suwondo juga berpesan kepada panitia penyelenggara untuk terus memantau kondisi cuaca yang sekarang cukup panas di wilayah setempat. Jika dinilai terlalu panas, pertandingan bisa dihentikan sementara agar penyelenggaraan kompetisi berlangsung lancar dan tidak terkendala apapun.
"Bagaimana pun kita harus mengedepankan keselamatan. Silakan teman-teman panitia kesehatan untuk selalu memantau," pungkasnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menurut Survei Profil Internet Indonesia 2025 dari APJII, penetrasi internet di DI Yogyakarta menembus 91,18 persen, tertinggi kedua nasional
Pelatih Vietnam Kim Sang-sik mewaspadai kekuatan kolektif Timnas Indonesia jelang laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
Polda Jateng menangkap kondektur bus yang diduga mengedarkan sabu 3,77 gram di Semarang. Polisi kini memburu pemasok yang masuk DPO.
Update kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di utara Sumenep, empat orang meninggal, 218 penumpang selamat, operasi SAR masih berlangsung.
AKI mengeluhkan lambatnya restitusi PPN yang menekan arus kas kontraktor. Dana tertahan disebut mencapai puluhan triliun rupiah.
Kemkomdigi melayangkan teguran pertama kepada YouTube terkait konten live promosi vape yang melibatkan anak dan meminta tindakan dalam tiga hari.