73 Akuntan SPPG Gunungkidul Dilatih Gunakan AKSIS untuk Dana MBG
Sebanyak 73 akuntan SPPG Gunungkidul dilatih menggunakan aplikasi AKSIS untuk pelaporan keuangan Program Makan Bergizi Gratis.
Aksi warga Padukuhan Sumbertetes, Patuk, Patuk menuntut agar Dukuhnya dipecat karena kasus perselingkuhan. Senin (27/11/2023)./ Istimewa - dok Polsek Patuk
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Puluhan warga di Perdukuhan Sumbertetes berdemo di Balai Kalurahan Patuk, Patuk, Senin (27/11/2023). Massa menuntut agar Dukuh atau Kepala Dusun Sumbertetes Pujiyono dipecat karena diduga berselingkuh.
Sebelumnya pada 11 November 2023 lalu, warga Padukuhan Seneng, Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari juga berdemo dan meminta dukuh setempat untuk dipecat karena dugaan perselingkuhan.
Dalam unjuk rasa di Kalurahan Patuk, warga langsung disambut oleh Lurah Patuk, Catur Bowo bersama dengan Dukuh Pujiyono untuk kemudian beraudiensi. Di kesempatan ini, dukuh yang bersangkutan bersedia mengundurkan diri, namun permintaan ini ditolak warga karena menginginkan dipecat secara tidak hormat.
Koordinator Aksi, Sugito mengatakan, aksi yang digelar tidak melibatkan banyak massa. Namun didalam penyampaian tuntutan disertai tanda tangan dari 200 warga di Padukuhan Sumbertretes yang tak lagi menginginkan dipimipin oleh Dukuh Pujiyono.
Menurut dia, alasan permintaan pemecatan karena tidak bisa menjadi tauladan karena berselingkuh dan berbuat zina dengan salah seorang warga. Keduanya (dukuh dan pasangan berselingkuh) juga sudah mengakui berselingkuh.
“Tuntutannya kami ingin dukuh diberhentikan secara tidak hormat. Bukan mengundurkan diri,” kata Sugito kepada wartawan, Selasa siang.
Berdasarkan keterangan dari keduanya, hubungan perselingkuhan sudah berlangsung selama lima bulan. Bahkan, juga pernah melakukan hubungan intim.
“Kami tetap ingin diberhentikan secara tidak hormat. Kalau prosesnya harus lewat laporan polisi, maka akan dilakukan,” katanya.
BACA JUGA: Diduga Berselingkuh sekaligus Tilep Uang Pajak, Kepala Dusun di Gunungkidul Didemo Warga
Warga lain di Padukuhan Sumbertetes, Gunawan mengatakan, kejengkelan warga tidak hanya pada dugaan kasus perselingkuhan. Warga menilai, Dukuh Pujiyono juga sering genit ke Perempuan-permpuan di Sumbertetes.
“Banyak ibu-ibu muda yang digoda oleh bersangkutan,” katanya.
Lurah Patuk, Catur Bowo mengatakan, ia tidak bisa memenuhi tuntutan massa untuk memecat Dukuh Pujiyono. Ia berdalih pemberhentian secara tidak hormat harus melalui vonis bersalah di pengadilan.
“Sebenarnya Dukuh Sumbertetes sudah mau mundur, tapi warga menolak karena ingin diberhentikan secara tidak hormat,” katanya.
Berdasarkan hasil dari audiensi kasus perselingkuhan ini akan dibawah ke ranah hukum dengan membuat laporan ke polisi. “Kalau sudah begini, maka menunggu adanya keputusan hukum yang tetap baru ada tindak lanjutnya. Tapi kalaus sekarang tidak bisa,” katanya.
Terpisah, Kanit Humas Polsek Patuk, Aiptu Purwanto mengatakan, hingga sekarang belum ada laporan yang masuk berkaitan dengan dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh Dukuh Sumbertetes. “Belum ada laporannya hingga sekarang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 73 akuntan SPPG Gunungkidul dilatih menggunakan aplikasi AKSIS untuk pelaporan keuangan Program Makan Bergizi Gratis.
Tiket MotoGP Mandalika 2026 habis terjual di semua kategori, termasuk royal box. Penyelenggara memastikan tidak menambah kuota tiket.
PT Astra International Tbk berkolaborasi dengan Kemendukbangga/BKKBN memperkuat pencegahan stunting melalui intervensi gizi, layanan Posyandu, dan pendampingan
Sebanyak 86 korban dugaan investasi emas melapor ke Bareskrim Polri. Kerugian ditaksir Rp25 miliar dengan tujuh perusahaan dilaporkan.
Festival Tunas Bahasa Ibu Jawa Tengah 2026 diikuti 490 siswa dari 35 kabupaten/kota. Taj Yasin mendorong pelestarian bahasa Jawa untuk menjaga tata krama dan ka
Pemerintah mempercepat revisi UU Narkotika untuk mengatasi lapas overkapasitas dan memperjelas penanganan pengguna serta pengedar narkoba.