83.757 Warga Gunungkidul Alami Kekeringan, Target Bantuan Air Menyusut
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.
Warga menyampaikan tuntutan agar Dukuh Seneng mundur dari jabatannya di Balai Kalurahan Siraman, Selasa (14/11/2023)./Istimewa-Warga Siraman
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Puluhan warga di Padukuhan Seneng, Siraman, Wonosari menggelar demo di Balai Kalurahan Siraman, Selasa (14/11/2023) siang. Aksi itu mereka lakukan karena geram atas perilaku Kepala Dusun Supriyadi yang diduga mengemplang uang pajak dan juga berselingkuh.
Tuntutan yang disuarakan meminta agar Kepala Dusun Supriyadi mundur sebagai pamong di Kalurahan Seneng. Sebelum digelar audiensi dengan Lurah Siraman, Damiyo, massa sempat berorasi tentang tuntutan mundur ini.
Perwakilan Warga Seneng, Nurkolis Suaidi mengatakan, warga sudah sepakat untuk meminta Kepala Dusun Seneng mundur. Ada beberapa alasan yang mendasari tuntutan warga.
Alasan menuntut mundur karena ada dugaan yang bersangkutan menggelapkan uang Pajak Bumi dan Bangunan. Dia menilai, tuduhan ini sudah dilengkapi dengan bukti-bukti dari dinas yang menangani masalah pajak di Gunungkidul.
“Ada juga dugaan memanipulasi uang proyek, khususnya menyangkut upah tukang proyek pembangunan jembatan yang tidak sesuai dengan bukti penerimaan,” kata Nurkolis kepada wartawan, Selasa siang.
Selain itu, juga ada kecurigaan tidak transparan dalam pengelolaan keuangan dana dari masyarakat. Salah satunya untuk kegiatan Tradisi Midang yang berlangsung 19 Juli 2023 lalu. “Tidak ada transparansinya. Sebab dia [Kepala Dusun Seneng] menerima iuran warga sebesar Rp1,7 juuta. Sedangkan dari kalurahan mengalokasikan Rp7 juta, serta juga ada sumbangan dari pihak lain.
BACA JUGA: Pembangunan Jalan Imogiri-Dodogan Disetop Sementara, Warga Demo
“Ulah dari Dukuh [Kepala Dusun Seneng] ini membuat warga geram dan menuntut mundur,” katanya.
Kegeraman warga semakin menjadi karena juga ada dugaan perselingkuhan. Nurkolis mengatakan kasus ini tidak hanya sekali karena di 2012 silam yang bersangkutan juga pernah tersandung masalah yang sama. “Dulu janjinya tidak akan berselingkuh lagi. Tetapi, sekarang melakukannnya lagi sehingga menimbulkan keributan di keluarga yang terlibat,” katanya.
Aksi tuntutan warga sudah disampaikan ke Lurah Siraman, Damiyo. Massa meminta dalam kurun waktu satu minggu sudah mengundurkan diri. “Kalau belum, kami siap menghadirkan massa yang lebih besar lagi,” katanya.
Lurah Damiyo mengatakan, sudah menerima aspirasi dari warga Padukuhan Seneng. Ia berjanji segera membentuk tim guna menindaklanjuti bukti-bukti pelanggaran yang disodorkan warga. “Tentunya akan kami tindaklanjuti. Salah satunya melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.
PP Nomor 26 Tahun 2026 membuka peluang PPPK dosen menjadi PNS. Cek syarat, kriteria, dan tiga tahap seleksi yang harus dilalui.
Timnas voli putri Indonesia hadapi AVC 2026 tanpa Megawati. Khanza/Arsela isi opposite. Target enam besar. Lawan Kazakhstan, Thailand, Australia.
Google Discover kini bisa diatur menggunakan prompt bahasa alami. Pengguna dapat mengarahkan algoritma agar menampilkan konten yang lebih relevan.
NCT 127 kembali konser di Jakarta pada 3 Oktober 2026. Tiket General Sale mulai Rp1,35 juta hingga Rp3,5 juta.
Gempa magnitudo 3,5 di Bantul menyebabkan dua rumah warga di Sorosutan, Kota Jogja, mengalami retak pada bagian tembok ruang tamu.