500 Peserta Adu Kekuatan Tarik Lokomotif 84 Ton di Balai Yasa Jogja
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Ilustrasi TPST Piyungan./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Warga Dusun Banyakan 3, Sitimulyo, Piyungan menolak pendirian fasilitas pengolahan sampah berteknologi refuse derived fuel (RDF) milik Pemkot Jogja di TPST Piyungan.
Kepala Dusun Banyakan 3, Lilik Purwoko menyampaikan sebelumnya warga tidak mengetahui mengenai rencana pembangunan pengolahan sampah RDF Kota Jogja di TPST Piyungan.
"TPST Zona Transisi A dan B setelah penuh tidak ada aktivitas untuk pembuangan dan pengolahan lagi, tetapi tidak ada sosialisasi, pemberitahuan, undangan [penutupan TPST Piyungan], tahu-tahu ada undangan yang menerangkan ada peletakan batu pertama pengolahan sampah RDF Kota Jogja," katanya saat ditemui di Dusun Banyakan 3, Kamis (7/3/2024).
Lantaran baru mengetahui rencana tersebut sejak beberapa hari lalu, menurutnya warga mengaku kaget dan keberatan dengan rencana tersebut. "Masyakat Banyakan tidak ada yang tahu, dan tidak pernah ada sosialisasi terkait itu," katanya.
Dia mengaku selama ini lindi dari TPST Piyungan mengalir ke area Dusun Banyakan 3. Sehingga, dinilai berdampak bagi lingkungan sekitar.
BACA JUGA: TPA Piyungan Tutup Permanen, Pj Wali Kota Jogja: Sampah Mengantre di Depo Diolah di TPS 3R
Lurah Sitimulyo, Juweni mengaku sebelumnya telah menerima undangan peletakan baru pertama fasilitas pengolahan sampah RDF Kota Jogja bersamaan dengan penutupan TPST Piyungan, tetapi lantaran ada keperluan pribadi, dia mengaku tidak hadir dalam kegiatan tersebut.
Dia menyampaikan fasilitas pengolahan sampah RDF itu akan ditempatkan di lokasi yang sama dengan TPST Piyungan. "Yang akan dipakai ya di TPST itu. Lindi itu akan mengalir di sana [TPST Piyungan], nanti turunnya ke Banyakan. Begitu warga Banyakan krungu, ya pasti keberatan," katanya.
Dia mengaku tidak mengetahui berapa kapasitas sampah yang akan dikirim kesana. "Kurang tahu kalau yang ini [volume sampah], katanya sekitar 15 truk atau berapa yang akan diolah, di awal katanya antara 15-25 [truk] tetapi kalau kemarin katanya sekitar 9-15 [truk]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Lima kalurahan di Sleman memilih mekanisme voting untuk Pilur PAW. Sebanyak 15 calon mengikuti pemilihan di lima kalurahan.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Industri pelumas mengubah strategi menghadapi pertumbuhan EV dengan memperkuat pasar industri dan mengembangkan produk bernilai tambah.
Aliran PDAM di Padukuhan Padem, Panggang, Gunungkidul macet lebih dari lima tahun. Warga terpaksa membeli air saat musim kemarau.
Alwi Farhan mengalahkan Chou Tien-Chen di perempat final Asian Games 2026 dan menyebut kontrol emosi sebagai kunci kemenangan.