11 Bayi Dievakuasi dari Rumah di Pakem, Diduga Titipan Mahasiswi
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Kulonprogo masih menunggu skema jemaah haji menyusul adanya penambahan kuota jemaah haji sebanyak 20.000 dari Kementeria Agama (Kemenag).
Kepala Kankemenag Kulonprogo, Wahib Jamil mengatakan masih menunggu pembagian kuota tambahan dari Kemenag yang berjumlah 20.000. Sedangkan total kuota haji di Indonesia tahun 2024 mencapai 221.000 jemaah.
“Kuota sebesar 221.000 ini sudah terpenuhi berdasarkan sistem dan untuk tambahan 20.000 jemaah ini masih menunggu skema dari Kementerian Agama. Harapannya dapat tambahan kuota. Tapi kuotanya per provinsi, bukan per kabupaten,” kata Wahib dihubungi, Selasa (28/11/2023).
Wahib menambahkan sebanyak 5% dari kuota tersebut diperuntukkan bagi jemaah lansia dengan usia terendah 84 tahun. Penentuan batasan lansia tersebut telah ditetapkan pemerintah melalui sistem.
Dia menjelaskan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445 H/2024 M saat ini telah disepakati sebesar Rp93,4 juta. Angka itu turun dari yang diusulkan sebelumnya sebesar Rp105 juta.
“Terkait dengan berapa biaya haji yang dibayar jemaah, belum ditetapkan. Hal ini masih menunggu seberapa besar BPKH [Badan Pengelola Keuangan Haji] akan menyiapkan alokasi anggaran Nilai Manfaat. Sebab, biaya yang ditanggung jemaah sangat tergantung juga pada Nilai Manfaat yang dialokasikan BPKH,” katanya.
BACA JUGA: Sultan Tegaskan Nilai UMK Harus Lebih Besar Dibandingkan UMP
Lebih jauh, dia menerangkan pentingnya penguasaan ilmu agama dan pengetahuan. Sebab hal tersebut dapat mengarahkan para jemaah untuk melakukan ibadah haji dengan baik dan benar. Kantor Keemenag Kulonprogo juga akan membantu para jemaah berperilaku baik di tengah masyarakat dan menjaga amalan ibadah haji.
Kantor Kemenag Kulonprogo juga akan menjalin kerja sama dengan Baznas Kulonprogo untuk mengadakan pendampingan Sinau Agama bagi jemaah haji. Dia kembali menegaskan untuk melaksanakan ibadah haji, jemaah harus menyiapkan diri baik mental, spiritual, maupun kesehatan.
Sementara itu, Ketua Baznas Kulonprogo, Alfanuha Yushida mengatakan jemaah haji juga perlu mensucikan harta yang dimiliki, sebelum melakukan perjalanan suci atau berhaji selain mempersiapkan ilmu agama, memahami tata cara manasik haji, serta dalam kondisi kesehatan mental dan fisik yang memadai.
”Ada hak orang lain dari harta yang kita miliki. Karena untuk ibadah haji ini wajib bagi yang mampu dan karena kita telah dipandang mampu secara finansial sehingga perlu bagi jemaah haji untuk menyucikan diri sebelum berangkat ke Tanah Suci. Kami siap membatu dan menghitung besaran dari zakat yang akan dikeluarkan,” kata Alfanuha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.