Perpusda Baru Sleman Masih Menunggu Lampu Hijau Anggaran
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Kulonprogo masih menunggu skema jemaah haji menyusul adanya penambahan kuota jemaah haji sebanyak 20.000 dari Kementeria Agama (Kemenag).
Kepala Kankemenag Kulonprogo, Wahib Jamil mengatakan masih menunggu pembagian kuota tambahan dari Kemenag yang berjumlah 20.000. Sedangkan total kuota haji di Indonesia tahun 2024 mencapai 221.000 jemaah.
“Kuota sebesar 221.000 ini sudah terpenuhi berdasarkan sistem dan untuk tambahan 20.000 jemaah ini masih menunggu skema dari Kementerian Agama. Harapannya dapat tambahan kuota. Tapi kuotanya per provinsi, bukan per kabupaten,” kata Wahib dihubungi, Selasa (28/11/2023).
Wahib menambahkan sebanyak 5% dari kuota tersebut diperuntukkan bagi jemaah lansia dengan usia terendah 84 tahun. Penentuan batasan lansia tersebut telah ditetapkan pemerintah melalui sistem.
Dia menjelaskan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445 H/2024 M saat ini telah disepakati sebesar Rp93,4 juta. Angka itu turun dari yang diusulkan sebelumnya sebesar Rp105 juta.
“Terkait dengan berapa biaya haji yang dibayar jemaah, belum ditetapkan. Hal ini masih menunggu seberapa besar BPKH [Badan Pengelola Keuangan Haji] akan menyiapkan alokasi anggaran Nilai Manfaat. Sebab, biaya yang ditanggung jemaah sangat tergantung juga pada Nilai Manfaat yang dialokasikan BPKH,” katanya.
BACA JUGA: Sultan Tegaskan Nilai UMK Harus Lebih Besar Dibandingkan UMP
Lebih jauh, dia menerangkan pentingnya penguasaan ilmu agama dan pengetahuan. Sebab hal tersebut dapat mengarahkan para jemaah untuk melakukan ibadah haji dengan baik dan benar. Kantor Keemenag Kulonprogo juga akan membantu para jemaah berperilaku baik di tengah masyarakat dan menjaga amalan ibadah haji.
Kantor Kemenag Kulonprogo juga akan menjalin kerja sama dengan Baznas Kulonprogo untuk mengadakan pendampingan Sinau Agama bagi jemaah haji. Dia kembali menegaskan untuk melaksanakan ibadah haji, jemaah harus menyiapkan diri baik mental, spiritual, maupun kesehatan.
Sementara itu, Ketua Baznas Kulonprogo, Alfanuha Yushida mengatakan jemaah haji juga perlu mensucikan harta yang dimiliki, sebelum melakukan perjalanan suci atau berhaji selain mempersiapkan ilmu agama, memahami tata cara manasik haji, serta dalam kondisi kesehatan mental dan fisik yang memadai.
”Ada hak orang lain dari harta yang kita miliki. Karena untuk ibadah haji ini wajib bagi yang mampu dan karena kita telah dipandang mampu secara finansial sehingga perlu bagi jemaah haji untuk menyucikan diri sebelum berangkat ke Tanah Suci. Kami siap membatu dan menghitung besaran dari zakat yang akan dikeluarkan,” kata Alfanuha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, menewaskan satu orang. Polisi mengungkap keributan diduga dipicu cekcok di warung sarapan.
Lima armada Kopi Roro dari Danais DIY memperluas pemasaran kopi Menoreh Kulonprogo hingga pasar nasional dan global.
Koalisi Persma se-DIY dan AJI Yogyakarta mendesak Presiden Prabowo meminta maaf atas pernyataan "Londo Ireng" yang dinilai menstigma jurnalis.
Tribun VIP GOR Satria Purwokerto ambruk saat Drift Speed Fest. Sebanyak 75 penonton luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Gempa M 5,3 mengguncang Kupang pada Minggu malam. BMKG menyatakan gempa dipicu aktivitas subduksi dan tidak berpotensi tsunami.