Ribuan Pelajar Sleman Alami Hipertensi, Gaya Hidup Jadi Sorotan
Skrining CKG Sleman temukan ribuan pelajar hipertensi. Gaya hidup tidak sehat jadi faktor utama selain bawaan.
Bayi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo menyatakan ada 33 bayi meninggal sampai November 2023. Angka kematian bayi (AKB) dapat didefinisikan sebagai kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun.
Apabila melihat di situs Bappeda DIY, angka kematian bayi dalam lima tahun terakhir mengalami kenaikan dan penurunan. Di Kulonprogo pada 2018 ada 43 bayi meninggal, 2019 ada 47 bayi,2020 ada 38 bayi, kemudian 2021 ada 54 bayi, dan 2022 ada 44 bayi.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kulonprogo, Rina Nuryati mengatakan beberapa penyebab kematian bayi antara lain berat badan lahir rendah, prematur, infeksi paru, kelainan bawaan, dan kejang.
“Ada beberapa penyebab kematian bayi seperti berat badan lahir rendah [BBLR], infeksi paru, sampai prematur. BBLR mengacu pada berat badan bayi 1500–2499 gram dan dapat diakibatkan oleh gizi ibu yang kurang,” kata Rina dihubungi, Rabu (29/11/2023).
Baca Juga:
Angka Kematian Ibu dan Bayi di Gunungkidul Masih Tinggi, Begini Cara Pencegahannya
Diare Jadi Penyebab Kematian Balita, Peneliti UGM Kembangkan Vaksin
Indonesia Tak Kena Resesi Seks! Angka Kelahiran Tembus 2,18 Persen
Rina menambahkan sampai saat ini Dinkes Kulonprogo telah mengintervensi dalam menurunkan AKB seperti ante natal care (ANC) terpadu, pemberian makanan tambahan (PMT) ibu hamil, kelas ibu, dan bimbingan dokter anak ke Puskesmas.
Di lain pihak, Direktur RSUD Wates, Eko Budiarto mengatakan salah satu program yang dimiliki RSUD Wates untuk menurunkan angka kematian bayi adalah pemberian asupan gizi seimbang kepada bayi yang sedang dirawat.
“Salah satu program dari banyak program penurunan AKB di RSUD Wates yaitu semua bayi yang dirawat di RSUD secara langsung dapat asupan gizi seimbang apapun sebab dirawat apapun sakitnya dan juga untuk kasus stunting yang dirawat/dirujuk ke RSUD,” kata Eko.
Eko menambahkan selain program tersebut masih ada audit maternal perinatal (AMP) guna mencegah atau meminimalkan AKB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining CKG Sleman temukan ribuan pelajar hipertensi. Gaya hidup tidak sehat jadi faktor utama selain bawaan.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.