11 Bayi Dievakuasi dari Sebuah Rumah di Pakem Sleman, 3 Sakit
Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari rumah di Pakem Sleman. Tiga bayi sakit dan dibawa ke rumah sakit, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Ilustrasi Pemilu - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—KPU Kabupaten Kulonprogo selesai menggelar rapat koordinasi persiapan pembentukan badan ad hoc Kelompok Penyelenggara Pemungut Suara (KPPS) pada Jumat (01/12/2023). Dalam rapat tersebut disepakati pembentukan 9.114 KPPS.
Ketua KPU Kulonprogo, Budi Priyana mengatakan jajarannya mencoba menghimpun saran dan masukan dari pihak-pihak terkait seperti Satpol PP, Dinas Kesehatan (Dinkes), sampai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMK Dalduk & KB) setempat.
"Rapat koordinasi kemarin diinisiasi dalam rangka berkoordinasi sekaligus menerima saran dan masukan serta rekomendasi dari masing-masing sektor dalam rangka persiapan pembentukan badan ad hoc KPPS yang jumlahnya 9.114 orang," kata Budi dihubungi, Sabtu (02/12/2023).
Di lain pihak, Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Kulonprogo, Aris Zurkhasanah mengatakan pengumuman pendaftaran badan ad hoc tersebut dilakukan pada tanggal (11-15/12/2023) mengacu pada Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 1669 Tahun 2023 tentang Perubahan Ketiga atas Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 476 Tahun 2022 tentang Pedoman Teknis Pembentukan Badan Adhoc Penyelenggara Pemilihan Umum dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Walikota dan Wakil Walikota.
“Hari Minggu besok kami akan bertemu dengan seluruh PPK dan PPS di Kulonprogo dalam rangka menghimpun inventarisasi masalah oleh penjaringan teman-teman di lapangan sebelum proses pendaftaran,” kata Aris.
Aris menambahkan jumlah TPS di Kulonprogo ada 1.302. Jumlah tersebut dikalikan dengan kebutuhan KPPS di tiap TPS sebanyak tujuh orang. Dengan begitu total kebutuhan badan ad hoc 9.114 anggota KPPS.
BACA JUGA: Kunjungi Rutan Wates, KPU Kulonprogo Pastikan Data Pemilih
Dia juga mengatakan tiap TPS akan ditambah dua orang perlindungan masyarakat (limas) yang dikoordinir oleh Satpol PP. Batas umur linmas dimulai dari umur 17 - 55 tahun saat pemungutan suara.
“Kami harapkan tetap dalam koridor batasan umur itu. Dengan begitu harapannya linmas sehat secara rohani dan jasmani. Tantangannya kan di fisiknya, kelelahan. Tahun 2019 banyak yang tumbang di hari pemungutan suara,” katanya.
Lebih jauh, Aris juga meminta fasilitasi kesehatan dari Dinkes Kulonprogo untuk KPPS. Pada hari H pemilihan, dia juga meminta posko kesehatan untuk tiap desa.
“Kami akan meminta fasilitasi kesehatan untuk badan ad hoc dengan Bupati juga. Nanti akan ada audiensi rencananya Selasa tapi dengan Sekda,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari rumah di Pakem Sleman. Tiga bayi sakit dan dibawa ke rumah sakit, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.