Dugaan Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label, Kerugian Capai Rp89 Triliun
Pemerintah mendorong penindakan dugaan pelanggaran beras fortifikasi. Temuan 25 merek disebut berpotensi merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Ilustrasi Kekeringan - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Kabupaten Bantul saat ini berstatus Siaga Darurat Bencana Kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, memperpanjang status itu hingga akhir Desember, dari sebelumnya berakhir 30 November.
"Ada perpanjangan sampai 31 Desember. Pertimbangannya, karena masyarakat masih membutuhkan bantuan air akibat kekeringan," kata Komandan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah saat dikonfirmasi di Bantul, Rabu (6/12/2023).
Meski pada awal Desember ini di wilayah DIY sudah masuk musim hujan, kata dia, namun hujan belum merata dan di Kabupaten Bantul intensitas hujan belum tinggi, sehingga belum berdampak pada ketersediaan air tanah maupun sumur warga.
"Dengan alasan kondisi hujan belum intens, artinya air belum meresap sampai ke dalam tanah, sehingga sumber-sumber air belum mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan harian masyarakat," katanya.
Dengan perpanjangan status siaga darurat kekeringan tersebut, lanjutnya, maka BPBD Bantul juga selalu siaga dan siap memberikan bantuan distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.
"Dropping air ke wilayah terdampak kekeringan masih berjalan, kemudian jika ada kebutuhan permintaan bantuan air bersih tentunya akan tetap dilayani," katanya.
BACA JUGA: Ade Armando Dilaporkan ke Polda DIY Terkait Ucapan Politik Dinasti di Jogja
Dia menyebutkan berdasarkan infografis dropping air bersih Bantul, data masyarakat yang terdampak kekeringan pada 2023 hingga 3 Desember sebanyak 11.769 keluarga terdiri dari 46.552 jiw, yang tersebar di 11 kecamatan yang terdiri 25 kelurahan dan 80 pedukuhan (dusun).
Total bantuan air bersih yang didistribusikan sebanyak 10.155.000 liter dengan rincian dari BPBD Bantul sebanyak 632 tangki air, dari PMI Bantul sebanyak 630 tangki air, Dinsos Tagana Bantul sebanyak 344 tangki air, dan donasi dari luar sebanyak 225 tangki air.
Dia mencatat Kecamatan Dlingo menjadi wilayah yang paling terdampak kekeringan dengan didistribusikan sebanyak 4.610.000 liter air, kemudian Kecamatan Kasihan sebanyak 1.535.000 liter air, dan Kecamatan Pundong sebanyak 1.075.000 liter air.
Kemudian sisanya telah didistribusikan ke delapan kecamatan di Bantul yaitu wilayah Sedayu, Banguntapan, Piyungan, Pajangan, Pleret, Bambanglipuro, Pandak, dan Imogiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah mendorong penindakan dugaan pelanggaran beras fortifikasi. Temuan 25 merek disebut berpotensi merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Googlebook mulai membuka pre-order 21 September 2026. Simak jadwal, vendor pembuat, fitur Gemini, integrasi Android, dan informasi yang belum diumumkan.
Google merilis Gemini 3.8 Live dan Extended Thinking. Simak kemampuan AI suara terbaru, fitur penalaran, multimodal, benchmark, dan ketersediaannya.
Simak jadwal lengkap timnas voli putri dan putra Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, termasuk lawan, tanggal, dan jam pertandingan.
Benarkah main judi online bisa terdeteksi dari KK atau NIK? Simak kaitan pemadanan data dengan bansos, cara klarifikasi, dan cek pinjaman lewat SLIK OJK.
Nostalgia era 1990-an memang menyenangkan, tetapi tidak semua kebiasaan masa lalu perlu diwariskan. Simak 5 kebiasaan yang sebaiknya ditinggalkan.