Ribuan Pohon Ditanam di Kawasan Rawan Longsor Lereng Jono
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kulonprogo, Hidayatut Thoyyibah
Harianjogja.com, KULONPROGO—Bagi sebagian masyarakat Indonesia, Pemilihan Umum (Pemilu) bukan sekadar hajatan seremonial lima tahunan, namun menjadi penentu nasib bangsa. Bagi Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kulonprogo, Hidayatut Thoyyibah, pemilu menjadi medan pertarungan untuk merebut ruang agar tidak dikuasi kelompok yang memiliki niat buruk.
“Kami memastikan penyelenggaraan pemilu sesuai dengan ketentuan dan tidak akan terjadi kecurangan. Masyarakat perlu terlibat juga,” kata Hidayatut saat ditemui di Grand Dafam YIA, Senin (4/12).
Perempuan kelahiran Rembang, Jawa Tengah 1972 ini memiliki pengalaman komplet baik sebagai aktivis maupun komisioner KPU. Sejak kecil dia terkenal kritis utamanya menyangkut kesadaran kelas dan identitas. Hal tersebut membawa dia menjadi bagian dari Pers Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Arena.
“Dulu saya sering berantem dengan putra-putra Kiai yang satu sekolah dengan saya di jenjang SMA. Kebetulan saya juga bertemu dengan putra seorang kiai yang menjengkelkan. Dari situ muncul kesadaran tentang kelas dan identitas kelamin,” katanya.
BACA JUGA: Kabar Gembira! Honor KPPS di Kulonprogo Naik Dua Kali Lipat
Di masa kuliah yakni pada 1996, Hidayatut menempa diri sebagai staf Lembaga Studi Pengembangan Perempuan dan Anak (LSPPA). Dia mengaku suka bekerja bersama rakyat dengan mendampingi perempuan yang suaminya merupakan pedagang es krim. “Ketika masuk jurusan tafsir Hadist, saya tahu bahwa Nabi Muhammad itu justru pembebas dan Islam itu memberi ruang luas bagi perempuan. Mulailah saya baca tulisan Nawal El Saadawi,” katanya.
Menurut dia, pemilu menjadi bagian penting yang sangat menentukan nasib bangsa. Oleh karena itu, dia mengajak agar masyarakat menggunakan suara mereka semata-mata untuk mencegah pihak berniatan buruk berkuasa. “Pemilu pada prinsipnya adalah menghentikan yang paling buruk berkuasa. Jadi, bagi mereka yang memilih golput sebenarnya punya kekuatan untuk menghentikan orang buruk itu,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.