Dana Revitalisasi 41 Sekolah di Bantul Belum Cair, Ini Kata Disdikpora
Sebanyak 41 sekolah di Bantul belum menerima pencairan dana revitalisasi 2026. Disdikpora masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—PHRI DIY memprediksi okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel pada libur panjang akhir tahun nanti mencapai 60%-70%.
Kunjungan akan mulai meningkat ke wilayah setempat pada minggu ketiga Desember nanti dan mencapai puncaknya pada 24, 25, 30 dan 31 Desember 2023.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo menjelaskan jumlah reservasi hotel di wilayah DIY ditargetkan mencapai rata-rata 65% secara keseluruhan pada libur panjang akhir tahun nanti.
Selain masa libur akhir tahun, reservasi hotel masih akan signifikan pada periode 6-20 Januari mendatang dengan tingkat keterisian mencapai 45%.
"Tingkat reservasi di periode 20 Desember hingga 2 Januari 2024 sudah mencapai 45 persen. Tingkat kunjungan terutama banyak di wilayah Kota Jogja dan Sleman. Untuk Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo masih 40 persen," jelasnya, Senin (11/12/2023).
Menurut Deddy, sejak 10 peningkatan reservasi sudah mulai terlihat di sejumlah hotel di wilayah DIY. Wisatawan banyak yang menginap rata-rata memesan langsung ke hotel untuk berwisata atau biasa disebut dengan walking guest.
BACA JUGA: GIPI DIY Minta Pemerintah Ikut Awasi Tarif Hotel Nuthuk di Libur Nataru
Deddy menambahkan, pihaknya pun berupaya melakukan persiapan termasuk strategi untuk membuat wisatawan menambah masa libur atau menginap lebih lama. Salah satunya dengan menawarkan paket malam tahun baru atau dinner dan hiburan.
"Kami mendata masing-masing hotel pasti akan menjual paket libur Natal dan Tahun Baru. Nah untuk hotel itu ada batas atas di harga publish rate dan kenaikan maksimal 15 persen," jelas Deddy.
Pihaknya mengimbau kepada anggota PHRI untuk tidak aji mumpung misalnya dengan parkir nuthuk atau harga kuliner yang nuthuk atau menaikkan harga dibandingkan dengan masa biasa secara tidak wajar. Ia ingin wisatawan merasa nyaman dan aman agar wisata di Jogja bisa berada di posisi terbaik.
"Jangan sampai ada kenaikan harga misalnya harga paket Natal dan Tahun Baru yang tak wajar. Saya pastikan kalau ada kenaikan harga tak wajar itu bukan anggota PHRI. Jadi jangan digebyah uyah karena hal itu justru akan merusak destinasi Jogja dan nama PHRI. Menjaga jangan sampai aji mumpung. Kita ingin pariwisata maju berkelanjutan," pungkas Deddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 41 sekolah di Bantul belum menerima pencairan dana revitalisasi 2026. Disdikpora masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
Malaysia melarang aparatur pemerintah memakai Waze saat bertugas karena kekhawatiran keamanan data. Anwar Ibrahim menyarankan aplikasi lokal TuJu.
Jorge Martinez Aspar menilai Marc Marquez kini lebih berhitung mengambil risiko setelah cedera serius di Jerez pada 2020.
Apple membatasi pembelian iPhone Duo maksimal dua unit per pelanggan di sejumlah negara di tengah stok terbatas dan lonjakan harga jual kembali.
Borneo FC menang 3-1 atas Tainan City dan lolos ke perempat final. Hasil ini menambah peluang Indonesia memperbaiki koefisien AFC.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menekankan pemenuhan gizi keluarga dan penguatan posyandu untuk mendukung pencegahan stunting sejak dini.