Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Petugas Satpol PP mencopot spanduk provokatif, Senin (11/12/2023)/ist Satpol PP Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Satpol PP Bantul mencopot sejumlah spanduk yang dianggap provokatif dari segi konten dan tidak berizin di sejumlah titik. Spanduk-spanduk tersebut merupakan respon dari pernyataan Ade Armando soal politik dinasti di DIY.
Plt Kepala Satpol PP Bantul, Jati Bayubroto, menjelaskan pencopotan sejumlah spanduk dilaksanakan pada Senin (11/12/2023) dan didasarkan pada Perda Bantul No. 20/2015 tentang Penyelenggaraan Reklame. “Di samping perizinan dan lain-lain, media informasi harus memenuhi etika dan estetika,” ujarnya, Selasa (12/12/2023).
BACA JUGA: Dishub Bantul Ajukan Rute Trans Jogja Malioboro-Imogiri, Ini Alasannya
Spanduk-spanduk yang dicopot itu tidak mencantumkan jelas subjek atau pemasangnya, tidak memiliki izin dan kontennya provokasi. “Kontennya menyerang satu pihak, ini kita harapkan tidak terjadi di Bantul, nanti bisa membuat resah. Beberapa pihak ada yang melaporkan ke Satpol PP,” katanya.
Spanduk tersebut tidak secara langsung menyangkut pemilu dan tidak termasuk dalam alat peraga kampanye (APK) sehingga Satpol PP Bantul berwenang untuk langsung menertibkan tanpa harus berkoordinasii dengan Bawaslu Bantul.
Ia mengakui spanduk-spanduk tersebut masih terkait dengan pernyataan Ade Armando soal politik dinasti di DIY. “Sebagian dari itu, dampak dari itu. Mungkin karena statmen-nya Ade Armando, kemudian ada pihak yang tidak berkenan,” ungkapnya.
Spanduk tersebut tersebar di beberapa titik, yang semuanya berlokasi di Kapanewon Kasihan. Ada sembilan titik spanduk yang ditertibkan, meliputi di depan SPBU Kadipiro, di Selatan Pertigaan Jalur jalan IKIP PGRI I Sonosewu, di selatan simpang tiga jalan Sonopakis Lor.
BACA JUGA: Gara-gara Lampu Utama Mati, Dua Motor Terlibat Tabrakan di Bantul
Kemudian di Jembatan Sonopakis sebelah barat pasar Ngestiharjo, di seberang jalan Masjid Ainun Jariyah Onggobayan, di kanan jalan dan kiri Jembatan Rowo Kalibayem, di pagar tembok rumah warga timur Rowo Kalibayem Sonopakis Kidul dan di simpang empat jalan Ambarbinangun Sonipakis Kidul.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu akademisi sekaligus anggota PSI, Ade Armando, membuat pernyataan yang menyebutkan politik dinasti terjadi di DIY. Meski sudah meminta maaf, pernyataan ini sempat menuai banyak kecaman terutama dari warga Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.