Bundaran Tidak Efektif, Simpang Cebongan Akan Dipasang Lampu APILL

Triyo Handoko
Triyo Handoko Jum'at, 15 Desember 2023 18:07 WIB
Bundaran Tidak Efektif, Simpang Cebongan Akan Dipasang Lampu APILL

Kondisi Simpang Empat Cebongan, Mlati, Sleman, Senin (11/9/2023). - Harian Jogja/Sunartono.

Harianjogja.com, SLEMAN—Simpang Cebongan, Sleman akan dilakukan pemasangan lampu alat peraga lalu lintas (APILL). Pemasangan lampu APILL ini akan didahului dengan kajian lalu lintas yang dilakukan Januari 2024 nanti.

Kajian pemasangan lampu APILL di Simpang Cebongan untuk mengetahui volume kendaraan, pola arus, hingga kepadatan jalan. Dinas Perhubungan (Dishub) DIY yang akan melakukan kajian tersebut.

Setelah kajian dilakukan maka kebutuhan sistem lampu APILL akan diketahui seperti durasi lampu hingga pemetaan waktu tunggu.

“Setelah kajian nanti akan dilakukan uji coba, sebelumnya pernah dilakukan rekayasa lalu lintas dengan bundaran tetapi tidak efektif maka kami tingkatkan ke rencana pemasangan lampu APILL,” Kepala Bidang Lalu Lintas Rizki Budi Utomo, Jumat (15/12/2023).

Rizki menjelaskan Dishub Sleman akan melakukan kajian bersama Dishub Sleman. “Koordinasi akan kami lakukan dengan Dishub Sleman termasuk melakukan kajian bersama,” katanya.

Kajian bersama dengan Dishub Sleman, jelas Rizki, dilakukan karena selain jalan provinsi juga ada jalan kabupaten di Simpang Cebongan tersebut. “Sehingga nanti dampak-dampak lain bisa ikut dimitigasi bersama karena ada jalan kabupaten juga, agar sistem lampu APILLL yang nantinya terpasang dapat efektif mungkin,” jelasnya.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Melonjak, Dinas Kesehatan Pastikan di Gunungkidul Masih Nol Kasus

Sedangkan Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Sleman, Bambang Sumedi Laksono menjelaskan pemasangan lampu APILL sudah disepakati bersama setelah uji bundaran di Simpang Cebongan tak efektif. “Tokoh masyarakat dan berbagai pihak sudah sepakat akan dilakukan pemasangan lampu APILL, sekarang tinggal Dishub DIY yang mengimplementasikannya karena itu kewenangan di sana,” katanya.

Data Dishub Sleman, jelas Bambang, menyebut setidaknya dalam sehari ada lebih dari 1.000 kendaraan dan 200 orang pejalan kaki yang melintasi Simpang Cebongan. “Waktu tunggunya juga sudah di atas 30 detik di mana tingkat kecelakaannya juga di atas lima kejadian dalam setahun, sehingga pasnya memang dipasang lampu APILL,” katanya.  

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online