Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Kondisi Simpang Empat Cebongan, Mlati, Sleman, Senin (11/9/2023). - Harian Jogja/Sunartono.
Harianjogja.com, SLEMAN—Simpang Cebongan, Sleman akan dilakukan pemasangan lampu alat peraga lalu lintas (APILL). Pemasangan lampu APILL ini akan didahului dengan kajian lalu lintas yang dilakukan Januari 2024 nanti.
Kajian pemasangan lampu APILL di Simpang Cebongan untuk mengetahui volume kendaraan, pola arus, hingga kepadatan jalan. Dinas Perhubungan (Dishub) DIY yang akan melakukan kajian tersebut.
Setelah kajian dilakukan maka kebutuhan sistem lampu APILL akan diketahui seperti durasi lampu hingga pemetaan waktu tunggu.
“Setelah kajian nanti akan dilakukan uji coba, sebelumnya pernah dilakukan rekayasa lalu lintas dengan bundaran tetapi tidak efektif maka kami tingkatkan ke rencana pemasangan lampu APILL,” Kepala Bidang Lalu Lintas Rizki Budi Utomo, Jumat (15/12/2023).
Rizki menjelaskan Dishub Sleman akan melakukan kajian bersama Dishub Sleman. “Koordinasi akan kami lakukan dengan Dishub Sleman termasuk melakukan kajian bersama,” katanya.
Kajian bersama dengan Dishub Sleman, jelas Rizki, dilakukan karena selain jalan provinsi juga ada jalan kabupaten di Simpang Cebongan tersebut. “Sehingga nanti dampak-dampak lain bisa ikut dimitigasi bersama karena ada jalan kabupaten juga, agar sistem lampu APILLL yang nantinya terpasang dapat efektif mungkin,” jelasnya.
BACA JUGA: Kasus Covid-19 Melonjak, Dinas Kesehatan Pastikan di Gunungkidul Masih Nol Kasus
Sedangkan Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Sleman, Bambang Sumedi Laksono menjelaskan pemasangan lampu APILL sudah disepakati bersama setelah uji bundaran di Simpang Cebongan tak efektif. “Tokoh masyarakat dan berbagai pihak sudah sepakat akan dilakukan pemasangan lampu APILL, sekarang tinggal Dishub DIY yang mengimplementasikannya karena itu kewenangan di sana,” katanya.
Data Dishub Sleman, jelas Bambang, menyebut setidaknya dalam sehari ada lebih dari 1.000 kendaraan dan 200 orang pejalan kaki yang melintasi Simpang Cebongan. “Waktu tunggunya juga sudah di atas 30 detik di mana tingkat kecelakaannya juga di atas lima kejadian dalam setahun, sehingga pasnya memang dipasang lampu APILL,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Sabtu 23 Mei 2026 dari Stasiun Tugu Jogja menuju Bandara YIA lengkap dengan tarif dan jam keberangkatan.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 23 Mei 2026 didominasi hujan ringan di Jogja, Sleman, Bantul, dan Kulon Progo.
Film Jangan Buang Ibu karya Leo Pictures akan menggelar Gala Premiere di 20 kota termasuk Yogyakarta sebelum tayang 25 Juni 2026.
Fathul Wahid bukan dikenal sebagai penyair. Dia akademisi, Guru Besar Sistem Informasi, dan Rektor UII. Justru karena itulah puisinya terasa menarik.
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.