MTN Dorong Talenta Indonesia Tembus Level Global hingga 2045
Program Manajemen Talenta Nasional di ISI Jogja menyiapkan talenta seni, olahraga, riset, dan inovasi untuk berkontribusi pada ekonomi nasional.
Ilustrasi wisatawan beraktivitas wisata di kawasan Pantai Timang, Tepus./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY akan menggelar riksa uji ke sejumlah destinasi wisata ketinggian. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya insiden dan kecelakaan pada saat musim liburan panjang akhir tahun mendatang serta memastikan destinasi wisata yang dijalankan aman bagi pengunjung.
"Kami akan adakan riksa uji mulai 18-22 Desember 2023. Tentu tidak sendiri, kami akan berkolaborasi dengan mitra kami Disnakertrans DIY yang punya mitra kerja perusahaan untuk riksa uji K3 [Keselamatan dan Kesehatan Kerja]," kata Plh. Kepala Dispar DIY Kurniawan, Minggu (17/12/2023).
Wawan menjelaskan, riksa uji ini menjadi penting untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan di destinasi wisata pada masa liburan akhir tahun mendatang. Pasalnya, selama momen libur akhir tahun ini, Dispar DIY menargetkan ada 800.000 sampai 1 juta wisatawan yang datang ke DIY. "Kami akan cek seperti lift, kemudian wahana yang terbilang ekstrem. Memang tidak semua, tetapi akan kami ambil sampel yang prioritas, risiko cukup tinggi, itu yang kemudian akan kami pilih," ujarnya.
Wawan mengatakan, dengan riksa uji itu diharapkan kejadian yang tidak diinginkan bisa diantisipasi. Nantinya petugas akan melihat secara langsung bagaimana kondisi penunjang wisata tersebut, jika dirasa tidak mumpuni dimungkinkan tidak diizinkan untuk operasional.
"Kami lihat tingkat kerusakan atau kekurangannya. Kalau memang hanya sedikit, perlu perbaikan, bisa laksanakan cepat, kita hentikan sementara sampai diperbaiki sesuai standar keamanan. Kalau cukup parah, kami pasti rekomendasikan untuk disetop," katanya.
BACA JUGA: Pacu Adrenalin Lewat 3 Wisata Ekstrem di Jogja
Selain kesiapan destinasi maupun industri wisata, Wawan juga menyebut kondisi cuaca dan potensi bencana alam turut menjadi perhatian pihaknya.
Untuk itu, Dispar DIY juga berkoordinasi dengan BMKG dan BPPTKG setempat untuk mengetahui kondisi cuaca dan potensi bencana dari Gunung Merapi.
"Perlu antisipasi perubahan cuaca dan antisipsi longsor, karena banyak destinasi letaknya memang cukup rawan, ini perlu antisipasi. Soal kondisi Merapi juga perlu antisipasi akhir tahun ini biasanya di lereng Merapi, Kaliurang cukup ramai, perlu antisipasi potensi bencana.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program Manajemen Talenta Nasional di ISI Jogja menyiapkan talenta seni, olahraga, riset, dan inovasi untuk berkontribusi pada ekonomi nasional.
ChatGPT, Claude, dan Grok dilaporkan mengalami gangguan bersamaan Kamis malam. Pengguna mengeluhkan error saat mengakses layanan AI.
Lima perusahaan di Kalbar ditutup karena karhutla. Pemerintah juga mewajibkan pemulihan lingkungan dan membuka peluang proses pidana.
BK DPD akan memanggil Arya Wedakarna terkait kehadirannya di Miss Equality World 2026 di Bangkok untuk mendalami dugaan pelanggaran etik.
Satgas Karhutla Jambi menangkap pelaku pembakaran lahan di Sungai Gelam, Muaro Jambi. Api membakar sekitar 600 meter persegi lahan.
Satu keluarga Bantul akan transmigrasi ke Polewali Mandar akhir 2026. Pemkab memastikan rumah dan lahan usaha telah siap.