OpenAI Dots Resmi Meluncur, Agen AI yang Bisa Kerja Mandiri
OpenAI meluncurkan Dots, agen AI berbasis GPT-6 Astra yang bisa bekerja mandiri 24 jam dan terhubung dengan lebih dari 4.000 aplikasi.
Ilustrasi proyek pembangunan./Harian Jogja-freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Target pembangunan Taman Budaya Bantul (TBB) di wilayah Kamijoro, Kelurahan Sendangsari, Pajangan, Bantul meleset. Jika awalnya Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul menargetkan pembangunan TBB dimulai 2024, dalam perkembangannya baru akan bisa dimulai 2025 mendatang.
"Kemarin kami sudah review DED. Minggu ini sidang Amdal di provinsi. Semoga lolos ya. Jadi kemungkinan pembangunan baru bisa dimulai 2025. Iya mundur dari awalnya dibangun di 2024" kata Kepala Disbud Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, ditemui Kamis (21/12/2023).
BACA JUGA : Pembangunan Taman Budaya Embung Giwangan Capai 92%
Lebih lanjut Nugroho mengungkapkan, mundurnya pengerjaan proyek di atas lahan seluas 4,9 hektar di Kamijoro, Sendangsari, Pajangan, Bantul itu tidak lepas dari gagalnya pengajuan pembangunan jembatan menuju lokasi.
Pembangunan jembatan itu penting untuk aksesbilitas dan memperlancar pengangkutan material untuk pembangunan TBB. "Karena kemarin kita ajukan untuk pembangunan jembatan. Tapi belum disetujui," katanya.
Berdasarkan review DED, ada penyesuaian terhadap rancangan bentuk dari TBB. Hal itu sesuai dengan usulan dari Dewan Pertimbangan dan Pelestarian Warisan Budaya (DP2WB) DIY. Salah satunya adalah tidak meniru atau mencontoh bentuk yang dari arsitektur Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Akan tetapi lebih kepada penonjolan arsitektur Jawa.
"Ada masukan juga beberapa yang dielus lagi, biar lebih berbudaya lagi. Tapi bukan bangunan utama," terang Nugroho.
Nugroho menjelaskan, proyek bertaraf internasional di atas 19 bidang tanah yang telah dibebaskan dari warga sekitar itu menggunakan anggaran senilai Rp150 miliar yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais). Selain bangunan utama, TBB juga akan dilengkapi dengan taman dan fasilitas pelatihan seni budaya juga untuk tampilan berbagai kesenian budaya dari para kelompok seniman dan budayawan Kabupaten Bantul.
BACA JUGA : Pengembangan Kebudayaan Harus Berhilir ke Kesejahteraan Masyarakat
“Kami juga berharap dengan keberadaan taman budaya akan bisa menghidupkan wilayah Bantul barat," ujarnya.
Nugroho juga memaparkan, nantinya Taman Budaya akan dikelola melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk mengkoordinir dan memfasilitasi komunitas komunitas seniman dan budayawan yang akan menggunakan fasilitas atau pelatihan di taman budaya.
"Dengan baru dimulainya pembangunan pada 2025, maka kemungkinan baru bisa dipakai 2027 mendatang," ucap Nugroho.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OpenAI meluncurkan Dots, agen AI berbasis GPT-6 Astra yang bisa bekerja mandiri 24 jam dan terhubung dengan lebih dari 4.000 aplikasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jam keberangkatan dan kedatangan di tiap stasiun.
UMKM Keparakan didorong memperkuat higienitas produk agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan membidik wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.