56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Lava tour Merapi./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengklaim destinasi wisata di Bumi Sembada mulai dipadati pengujung di momen libur akhir tahun. Ia pun mengajak kepada seluruh masyrakat untuk menyambut dengan ramah sehingga pengunjung bisa aman dan nyaman selama berwisata.
“Mari kita sambut dengan full senyum agar wisatawan betah saat berlibur di Sleman,” kata Kustini kepada wartawan, Senin (25/12/2023).
Menurut dia, dengan sikap ramah Tamah yang dimiliki warga membuat wisatawan merasa senang dan nyaman saat berlibur. Kustini meyakini dengan meningkatnya kunjungan wisatawan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian mulai dari tempat penginapan, kuliner, pusat oleh-oleh dan lainnya.
BACA JUGA : Objek Wisata Lereng Merapi Disebut Masih Aman Dikunjungi Saat Libur Nataru
“Kalau wisatawan bisa merasa senang dan nyaman, maka dampaknya akan dirasakan oleh rakyat. Salah satunya peningkatan ekonomi,” katanya.
Di sisi lain, ia meminta agar para pelaku usaha dan petugas parkir tidak mematok harga tinggi atau “nuthuk” wisatawan. Untuk mengantisipasi sudah menyiapkan tim untuk monitoring di lapangan.
Pihaknya juga siap memberikan sanksi jika ditemukan adanya aduan masyarakat berkaitan praktik-praktik yang dapat merugikan wisata di Sleman. “Jangan nuthuk karena tidak baik dan bisa berdampak buruk terhadap wajah pariwisata. Untuk yang berjualan, saya minta di setiap menu juga menyertakan daftar harga sehingga calon pembeli tidak merasa ditipu,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zahid mengatakan, untuk libur akhir tahun, potensi penularan Covid-19 menjadi salah satu perhatian. Menurut dia, sudah ada langkah antisipasi pencegahan. Salah satunya meminta pengelola destinasi wisata untuk Kembali memperkuat CHSE sebagai upaya pencegahan penularan corona.
“Tidak mungkin lagi untuk menjaga jarak karena aturan protocol Kesehatan sudah dicabut. Jadi, kami minta agar CHSE di wisata diperkuat,” katanya.
Diketahui CHSE merupakan sertifikast yang dikeluarkan untuk memastikan keselamatan dan Kesehatan di lingkungan wisata, baik untuk pekerja maupun wisatawan. Ishadi mengungkapkan penguatan bisa dilakukan dengan menyediakan fasilitas tempat cuci tangan berfungsi dengan baik. “Untuk pemakaian masker dikhususnya bagi yang sedang sakit,” katanya.
BACA JUGA : Sleman Aman Dikunjungi Wisatawan, Dispar: Erupsi Merapi Jadi Daya Tarik Wisata
Adapun tentang masker ada pengecualian untuk area wisata di sekitaran Gunung Merapi. Ishadi mengatakan, pengelola wisata seperti lava tour atau yang lain wajib menyediakan masker.
Hal ini sebagai antisipasi erupsi yang mengarah ke wilayah Sleman sehingga bisa langsung diberikan ke pengunjung. “Yang tak kalah penting harus tetap menjaga jarak aman dan sudah ada aplikasi untuk memantau erupsi Merapi sehingga bisa dimanfaatkan demi keamanan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Kustomfest 2026 di Jogja hadir 10-11 Oktober dengan charity riding, dukungan pendidikan anak, musik, kuliner, dan tema High Octane.
KNMP Poncosari Bantul didorong menjadi pusat kegiatan nelayan dan pengembangan hasil perikanan dengan fasilitas cold storage dan pabrik es.
BCA memeriksa mata lebih dari 3.500 pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu melalui program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.