Kantor Kapanewon Ponjong Bakal Dipindah ke Pinggir Jalan Nasional
Pemkab Gunungkidul berencana memindahkan kantor Kapanewon Ponjong ke pinggir jalan nasional karena dinilai kurang strategis.
Bukit Klangon di Lereng Merapi./Harian Jogja-Daffa Firdaus Najati-ST20
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Sleman mengimbau kepada pengunjung yang akan berwisata untuk tidak mengkhawatirkan adanya erupsi Gunung Merapi. Pasalnya, aktvitas vulkanologi ini bisa menjadi bonus tontonan wisata saat berkunjung ke Bumi Sembada.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ihadi Zahid mengatakan, kondisi Gunung Merapi saat ini sangat aktif karena sering terjadi erupsi. Meski demikian, dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi, maka fenomena tersebut tidak perlu dikhawatirkan lagi.
“Dulu saat ada erupsi Merapi ada yang membatalkan untuk berwisata di Sleman. Tapi, sekarang malah bisa menjadi bonus atraksi wisata yang tidak ditemukan di daerah lain,” katanya kepada wartawan, Jumat (21/12/2023).
Dia menjelaskan, aktivitas erupsi Merapi bisa menjadi tontonan telah melalu berbagai kajian dengan melibatkan BPBD dan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Namun untuk melihatnya harus memperhatikan jarak aman.
“Kalau dilihat dari jarak aman, saya pastikan bahwa itu bonus atraksi wisata yang tidak pernah dapat dilihat dari daerah lain,” ungkapnya.
Disinggung mengenai jarak aman, ia mengakui keadaannya sangat situasional. Namun demikian, dia memastikan pengunjung tidak perlu khawatir dikarenakan BPBD Sleman telah mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Sleman Tangguh Bencana (Simantab).
BACA JUGA: Status Masih Siaga, Puluhan Kali Guguran Lava Masih Terjadi di Gunung Merapi
Di aplikasi ini terdapat fitur Taman Levi. Pada saat dibuka maka akan diketahui perkembangan terkini Gunung Merapi mulai dari jarak luncur erupsi berapa kilometer maupun jarak aman yang bisa dijangkau.
“Jadi, orang bisa dengan gawainya bisa langsung tahu perkembangan terkini dari Merapi sehingga tidak perlu dikhawatirkan lagi saat terjadi erupsi,” katanya.
Meski demikian, sambung Ishadi, pada saat libur akhir tahun pengelola wisata di lereng Merapi diminta menyediakan masker untuk pengunjung. Hal ini sebagai antisipasi pada saat terjadi erupsi yang abu vulkaniknya mengarah ke Kabupaten Sleman.
“Jadi kalau ada hujan abu bisa langsung diberikan ke pengunjung untuk keamanan dan keselamatan,” katanya.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso mengatakan, status Gumung Merapi diterapkan masih pada Level III atau siaga. Pada periode pengamatan Kamis (21/12/2023) terjadi 14 kali guguran lava.
Adapun guguran lava mengarah ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 1,6 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.
“Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul berencana memindahkan kantor Kapanewon Ponjong ke pinggir jalan nasional karena dinilai kurang strategis.
Pemda DIY belum mengangkat Guru Pendamping Khusus menjadi PPPK karena masih menghitung kemampuan anggaran dan kesiapan pelaksanaannya.
Stok beras Bulog mencapai rekor 5,18 juta ton per 2 Juli 2026. Serapan beras sudah 81,65 persen dari target pengadaan nasional.
SPMB 2026 di Kulonprogo menyisakan banyak sekolah kekurangan siswa. Regrouping SD dinilai mendesak, namun masih menghadapi penolakan masyarakat.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan hak banding Nadiem Anwar Makarim tetap berlaku meski hakim tidak menanyakan sikap atas putusan sidang.
Pemkot Jogja menyiapkan penerapan Malioboro full pedestrian secara bertahap melalui uji coba, evaluasi akses warga, dan pemasangan portal.