Belasan Guguran Lava Merapi Masih Terjadi, Berikut Daerah Potensi Bahaya

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Rabu, 27 Desember 2023 17:57 WIB
Belasan Guguran Lava Merapi Masih Terjadi, Berikut Daerah Potensi Bahaya

Gunung Merapi Jogja meluncurkan lava pijar. - Ilustrasi/Antara

Harianjogja.com, SLEMAN—Aktivitas guguran lava terpantau terjadi kembali di Gunung Merapi pada pekan ini. Tercatat belasan guguran lava terpantau terjadi termasuk suara guguran yang terdengar oleh tim pemantau.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso menerangkan pada periode pengamatan Selasa (26/12/2023) total terjadi 16 kali guguran lava. Jarak luncur maksimalnya bahkan mencapai 1,5 kilometer. "Teramati 16 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng [Barat Daya] dengan jarak luncur maksimum 1500 meter," tegasnya, Rabu (27/12/2023).

Bahkan dalam periode pengamatan tersebut terdengar dua kali suara guguran. Intensitas yang terdengar dari kecil hingga sedang. "Terdengar dua kali suara guguran dengan intensitas kecil hingga sedang dari pos Pengamatan Babadan," tandasnya.

Di sisi lain asap kawah bertekanan lemah juga terlihat saat pemantauan. Asap kawah ini berwarna putih dengan intensitas sedang. "Tinggi [asap] 500 meter dibatas puncak kawah," jelasnya.

Merujuk sejumlah aktivitas vulkanik di atas, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi ditetapkan pada Level 3 atau Siaga. Tingkat aktivitas ini telah berlangsung sejak 5 November 2020 lalu.

BACA JUGA: Gunung Merapi Alami 71 Gempa Guguran, Waspadai Awan Panas

Oleh sebab itu, Agus mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer.

Pada sektor tenggara potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol lima kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak. "Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online