Libur Sekolah, Taman Pintar Andalkan Shuttle dari Kantong Parkir
Taman Pintar Jogja memprioritaskan layanan shuttle dari kantong parkir selama libur sekolah untuk memudahkan akses pengunjung.
Ilustrasi Hotel - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL– Berdasarkan catatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bantul okupansi hotel Kabupaten Bantul pada 31 Desember 2023-2 Januari 2024 mencapai lebih dari 85%, sementara lama tinggal wisatawan atau length of stay mencapai 2-3 hari pada Desember 2023.
Ketua PHRI Kabupaten Bantul, Yohanes Hendra menilai Pemkab Bantul dan DIY perlu peningkatan infrastruktur pendukung kemudahan akses ke beberapa destinasi wisata untuk meningkatkan okupansi dan lama tinggal wisatawan.
“Kami perlu membuat promosi atau destinasi yang murah, dan mudah. Yang artinya mudah dijangkau, infrakturutnyba bagus, supaya wisatawan kembali lagi ke Jogja. Tanpa adanya infrastruktur yang baik, calon wisatawan akan berpikir [untuk berkunjung],” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (1/1/2023).
Baca Juga
Libur Akhir Tahun, Okupansi Hotel di Jogja Capai 99 Persen
Hotel Dilarang Aji Mumpung saat Liburan Akhir Tahun, Kenaikan Tarif Maksimal 15%
Libur Natal 2023, Okupansi Hotel di Sleman Capai 97 Persen
Dia menilai akses menuju destinasi wisata di Kapanewon Dlingo masih sulit diakses, padahal ada beberapa destinasi wisata unggulan disana. Dia mengaku jalan menuju destinasi wisata di kapanewon tersebut telah diaspal halus, meski begitu menurutnya jalan yang berkelok dan naik turun perlu ditunjang dengan akses penerangan jalan yang memadai. Selain itu, beberapa jalur yang rawan kecelakaan misalnya seperti Jalur Cinomati, menurutnya Pemda perlu menatanya kembali sehingga mudah diakses wisatawan.
“Kalau sudah lebih dari jam 20.00 WIB sudah tidak ada penerangan sama sekali, kita harus membuat wisatawan memiliki rasa aman, tidak khawatir dengan tindak kriminal,” ujarnya.
Dengan meningkatkan kemudahan akses wisatawan untuk menjangkau beberapa destinasi wisata di Kabupaten Bantul, menurutnya dapat meningkatkan okupansi hotel dan length of stay di Kabupaten Bantul.
“Kalau kunjungan di destinasi atau usaha jasa pariwisata ada pajak atau PAD yang kita berikan kepada Pemda tentu PAD ini harus dikembalikan untuk menunjang infrastruktur. Pemda harus melihat strategi SWOT yang dibuat oleh investor kelemahannya apa, contoh kelemahan di jalan, infrastruktur yang belum ada di jalan, ini yang jadi hambatan,” ujarnya. (Stefani Yulindriani)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Pintar Jogja memprioritaskan layanan shuttle dari kantong parkir selama libur sekolah untuk memudahkan akses pengunjung.
Protes kebijakan E20 di India meluas! Pengendara keluhkan mesin rusak dan BBM boros. Pemerintah sebut ini eksperimen, oposisi minta evaluasi.
Perpres Nomor 111 Tahun 2025 memasukkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai bagian dari analisis ancaman nonmiliter dalam kebijakan pertahanan negara.
Polresta Jogja memastikan dugaan pelecehan terhadap wisatawan di Titik Nol Kilometer tidak terbukti setelah pemeriksaan CCTV bersama korban.
Jorge Martin memimpin klasemen MotoGP 2026, tapi juga pembalap paling sering jatuh dengan 16 kali crash.
Kiper Cape Verde Vozinha menjadi sorotan setelah tampil gemilang melawan Argentina. Berstatus bebas transfer, ia kini dikaitkan dengan Inter Miami dan klub Bras