Suara Ibu Yogyakarta Gelar Aksi Damai, Bawa Tujuh Tuntutan
Suara Ibu Yogyakarta menggelar aksi damai di Bundaran UGM dengan tujuh tuntutan, mulai ekonomi, harga pangan, hingga kriminalisasi aktivis.
Staf Produksi dan Pengolah Cokelat Griya Cokelat, Samiyem memperlihatkan olahan cokelat di Griya Cokelat, Nglanggeran, Senin (1/1/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 bukan hanya membawa berkah bagi angka kunjungan di kawasan wisata tetapi juga perekonomian pelaku UMKM di Gunungkidul. Salah satu yanga merasakannya adalah pelaku usaha cokelat di Kalurahan Nglanggeran, Patuk. Sepanjang Desember 2023, omzet mereka mencapai sekitar Rp80 juta.
Staf Produksi dan Pengolah Cokelat Griya Cokelat, Samiyem mengatakan pengunjung di Griya Cokelat selama Desember 2023 mencapai 709 orang.
“Mereka ini rombongan yang mengambil paket di Desa Wisata Nglanggeran. Kalau menghitung yang datang ke sini secara mandiri, angkanya bisa lebih,” kata Samiyem ditemui di Griya Cokelat, Nglanggeran, Senin (1/1/2024).
Samiyem mengatakan omzet per bulan dapat mencapai sekitar Rp60-Rp70 juta. Tetapi apabila masuk hari libur panjang seperti ketika Libur Nataru, omzet dapat mencapai Rp80 juta.
Dia menjelaskan Griya Cokelat tersebut berawal dari pendampingan dari Bank Indonesia kepada Kelompok Tani (KT) Kakao, Nglanggeran.
Setelah itu, anggota petani diberi pelatihan pengolahan biji kakao menjadi bubuk cokelat. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), waktu itu juga memberi pelatihan membuat minuman cokelat.
Dia mengaku olahan cokelat mewujud dalam berbagai jenis seperti cokelat batang, pisang salut cokelat, dan bakpia. Sementara untuk minuman ada cokelat saset.
BACA JUGA: Wisatawan Gunung Api Nglanggeran Membeludak, Homestay Tetap Sepi, Kok Bisa?
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan guna mengembangkan sumber daya petani kakao, DPP memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Teknologi Pertanian (TTP) Nglanggeran.
“UPT TTP Nglanggeran merupakan unit teknis dari Dinas Pertanian dan Pangan sebagai sarana edukasi tentang kakao dan pengolahannya serta integrasi kakao dan ternak kambing etawa,” kata Raharjo.
Dia menambahkan pengembangan kakao telah banyak dilakukan DPP salah satunya bantuan bibit untuk pengembangan kakao. Selain itu ada juga sarana prasarana yang berasal dari Pemkab Gunungkidul, Pemda DIY, dan Pusat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suara Ibu Yogyakarta menggelar aksi damai di Bundaran UGM dengan tujuh tuntutan, mulai ekonomi, harga pangan, hingga kriminalisasi aktivis.
Pencarian dua remaja yang hilang di Gunung Bismo, Wonosobo, memasuki hari keenam. Tim gabungan masih menyisir sejumlah jalur.
Hari Pustakawan Nasional diperingati setiap 7 Juli. Simak sejarah, makna, dan peran pustakawan dalam memperkuat literasi di era digital.
Kasus dugaan pencemaran sumur di Mulyodadi, Bantul, diselesaikan melalui mediasi. Yayasan SPPG sepakat memenuhi empat tuntutan warga.
Penembakan di Ohio menewaskan seorang polisi, dua korban, dan tersangka. Dua petugas serta seekor anjing polisi juga mengalami luka.
Pembangunan PJU Sleman 2026 belum dimulai. Dishub masih menunggu hasil review kontrak Kejaksaan sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.