BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 195.000 Pekerja di Sleman
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Panorama sunset dari Queen of The South Resort Bantul/Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Gunungkidul mengklaim okupansi hotel atau tingkat hunian selama libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) lebih baik daripada tahun lalu.
Ketua PHRI Gunungkidul, Sunyata mengatakan rata-rata okupansi mencapai angka 80% - 95%. Hal ini merupakan dampak dari pulihnya perekonomian warga paska Pandemi Covid-19.
Dia mengatakan ada sebanyak 19 hotel atau penginapan yang masuk dalam PHRI Gunungkidul. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 hotel melaporkan okupansi hotel selama libur Nataru.
BACA JUGA: Libur Nataru, Gunungkidul Dikunjungi Ratusan Ribu Wisatawan
“Ada 19 hotel termasuk penginapan yang masuk anggota PHRI. Dari jumlah itu baru ada 12 hotel melaporkan okupansi hotel selama libur Nataru; hasilnya tingkat okupansi lebih baik daripada tahun lalu,” kata Sunyata dihubungi, Selasa (2/1/2024).
Dua belas hotel tersebut yaitu Queen of The South, Alzara Hotel Wonosari, Jogosegoro Homestay, KENEWAE Living, Radika Paradise, BeGe Homestay, Kopilimo, Drini Hills Diamond Villa, Villa Tirtasari, Rock Garden Homestay, HeHa Ocean Glamping and Cabin, dan Santika Gunungkidul.
Setidaknya ada lima hotel/penginapan yang mencapai okupansi 100% selama dua hari sejak Sabtu (23/12/2023) yaitu Alzara Hotel Wonosari, BeGe Homestay, Drini Hills Diamond Villa, Villa Tirtasari, HeHa Ocean Glamping & Cabin.
Villa Tirtasari bahkan mempertahankan okupansi 100% sampai hari Minggu (31/12/2023). Lalu, HeHa Ocean Glamping & Cabin dapat memertahankan okupansi 100% sampai hari Kamis (28/12/2023).
BACA JUGA: Harga Tiket Terbaru Wisata Pantai Gunungkidul, Naik Mulai Januari 2024
Jika melihat khusus hari Minggu (31/12/2023) atau akhir tahun, hanya ada tiga hotel/penginapan yang mencapai tingkat okupansi 100% yaitu Drini Hills Diamond Villa, Villa Tirtasari, HeHa Ocean Glamping & Cabin.
Sementara itu, Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan okupansi hotel di Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo rata-rata mencapai 80% - 95% selama libur Nataru.
“Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo rata-rata 80 persen sampai 95 persen. Kalau Kota Jogja dan Sleman rata-rata 98 persen. Masuk [dua hari pertama] Januari ini melandai tapi reservasi masih di angka 50 persen sampai 60 persen,” kata Deddy.
Deddy mengaku angka okupansi melejit karena DIY menjadi pilihan pertama wisatawan menghabiskan libur Nataru. Pasalnya menurut dia, DIY memiliki banyak objek wisata seperti wisata berbasis alam, budaya, sejarah, pendidikan, dan seni.
Ketua PHRI Bantul, Yohanes Hendra okupansi hotel di Bantul dan Gunungkidul sama. Dia menegaskan okupansi hotel dua kabupaten ini tidak dapat dibandingkan.
“Soalnya kita perlu melihat juga jumlah kamar Bantul dan Gunungkidul. Tidak bisa dikomparasi begitu saja,” kata Hendra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Paus Leo XIV kembali menyerukan perdamaian di Timur Tengah dan mendesak semua pihak segera membuka kembali jalur dialog dan diplomasi.
Donald Trump membuka peluang kesepakatan damai dengan Iran, tetapi AS mengancam akan kembali menyerang jika negosiasi gagal.
KPK mendalami temuan uang di rumah Plt Gubernur Riau dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan di Pemprov Riau.
Toy Story 5 dikabarkan menembus pendapatan global lebih dari USD1 miliar dan menjadi salah satu film terlaris 2026. Kesuksesan ini memperpanjang rekor waralaba
Ibu dan dua anak di Wates, Kulonprogo, tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang saat mengendarai sepeda motor. Ketiganya dilarikan ke RSUD Wates.