Krisis Air Meluas, 47 Tangki Air Disalurkan BPBD Sleman
BPBD Sleman menyalurkan 47 tangki air bersih ke empat kapanewon selama kemarau 2026. Turi menjadi wilayah dengan bantuan terbanyak.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Motif kedua pelaku pencuri dan peracun anjing yang ditangkap di Kapanewon Seyegan terkuak. Anjing yang diracun itu disebut akan dikonsumsi seusai dicuri dari wilayah Temon, Kulonprogo.
Sebelumnya, Polsek Seyegan telah mengamankan pelaku pencurian anjing dan ayam berinisial IN, 30; dan NY, 58, saat tengah melintas di area Seyegan, Rabu (3/1/2024).
Saat ditangkap, pelaku mengaku melakukan pencurian di wilayah Temon, Kulonprogo. Itulah sebabnya, polisi selanjutnya menelusuri kebenaran informasi pelaku.
Kapolsek Seyegan, AKP Yulianto mengungkapkan kondisi anjing yang dibawa kedua pelaku telah dalam kondisi mati. Sementara ayam yang juga hasil curian, satu di antaranya mati sementara satu lainnya masih hidup.
Sejauh ini motif pelaku mencuri ketiga hewan tesebut ialah untuk dijual kembali. "Yang jelas itu mau dijual. Mau dijual," kata dia, Kamis (4/1/2024).
Berdasarkan hasil interogasi dari anggota lanjut Yulianto, bahwa ayam dan anjing tersebut akan berakhir dengan dimasak untuk dikonsumsi. "Untuk pelaku memang dua, untuk barang bukti anjing dalam posisi atau kondisi meninggal, sudah mati. Kemudian, ayam dua yang satu kondisi mati yang satu masih hidup," imbuhnya.
Selain tiga hewan curian, polisi juga mengamankan satu sepeda motor Honda Beat sebagai barang bukti. Akan tetapi lantaran lokasi pencarian berada di wilayah hukum Polsek Temon, selanjutnya kasus dilimpahkan ke Polsek Temon
"Sekarang kami limpahkan ke Polsek Temon. Karena yang bersangkutan waktu itu melakukan di Temon. Jadi dengan barang bukti satu anjing dan dua ayam itu dia melakukan di daerah dekat bandara YIA," lanjutnya.
BACA JUGA: 2 Terduga Pencuri dan Peracun Anjing di Sleman Diamankan Polisi
Namun, Yulianto mengungkapkan adanya kejanggalan dari aksi kedua pelaku. Kedua pelaku yang merupakan warga Bantul tersebut melakukan pencurian di Kulonprogo tetapi tidak kembali ke Bantul, malah melintas di Seyegan. Hal ini yang mungkin akan ditelusuri lebih lanjut.
"Sementara [mencuri] baru di Temon itu pengakuannya. Baru sekali itu, kenapa kok dia orang Bantul ngambil di Temon terus lewat Seyegan. Lah itu masih misteri, nanti itu dikembangkan oleh Polsek Temon," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyalurkan 47 tangki air bersih ke empat kapanewon selama kemarau 2026. Turi menjadi wilayah dengan bantuan terbanyak.
Sapi milik warga Panggang, Gunungkidul, ditemukan mati di ladang. Bagian paha hilang dan polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.
Upaya penanganan kemiskinan secara terpadu yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menuai berbagai apresiasi dari berbagai pihak.
Menpora Erick Thohir meminta tim bulu tangkis Indonesia fokus menghadapi Asian Games 2026 dengan target emas beregu putra.
POJK 6/2026 mengatur influencer keuangan agar tidak menjanjikan kepastian keuntungan dan wajib menyampaikan informasi secara jujur.
Bimbel di Jogja kebanjiran peminat setelah TKA membuat persaingan masuk sekolah favorit semakin ketat.