Hanya Khusus Penumpang, Stasiun Lempuyangan Jogja Tak Layani Angkutan Barang di 2028
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Bencana - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mengimbau agar masyarakat mewaspadai bencana hidrometeorologi yang tengah terjadi.
Manager Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah mengimbau masyarakat mewaspadai potensi bencana yang mungkin terjadi antara lain angin kencang, hujan lebat dan petir.
“Yang harus diwaspadai angin kencang, apabila masih ada pohon yang lebat, sebelum angin kencang terjadi sebaiknya dilakukan pemangkasan, dipastikan pohon ada keropos atau tidak,” ujarnya pada Kamis (4/1/2024) sore.
Kemudian bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor diharapkan dapat memastikan tidak ada retakan tanah. Karena retakan tanah dapat berpotensi menimbulkan longsor saat musim hujan.
Baca Juga
Angin Kencang Landa Sejumlah Daerah, Andong Tertimpa Pohon dan Atap Stasiun Tugu Ambruk
Hujan Angin Melanda Jogja dan Sleman, Ini Daerah yang Terdampak
Angin Kencang Porak-porandakan 10 Kapanewon di Gunungkidul Kemarin, 1 Orang Patah Kaki
Dia menuturkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tersebut, BPBD Kabupaten Bantul mengaktifkan 36 Pos Siaga Darurat Banjir, Longsor dan Angin kencang di Kabupaten Bantul. Sebelumnya Surat Keputusan (SK) tentang Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Kencang di Kabupaten Bantul yang berlaku dari 1 Desember 2023-29 Februari 2024.
Sementara hujan lebat disertai angin kencang menerjang 27 titik yang berada pada 9 kalurahan di 5 kapanewon Kabupaten Bantul pada Kamis (4/1/2024). BPBD Kabupaten Bantul pun mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
Dampak Angin Kencang
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menyampaikan angin kencang terjadi di wilayah Bantul pada hari Kamis, (4/1/2024) sekitar pukul 13.35 WIB. Kejadian tersebut terjadi terjadi pada 9 kalurahan di 5 kapanewon.
“Hujan dengan intensitas lebat dan angin kencang di 5 Kapanewon wilayah Kabupaten Bantul yang mengakibatkan 29 kejadian pohon tumbang berdampak pada menutup rumah, akses jalan, jaringan listrik, fasilitas pendidikan, kendang ternak, tempat usaha, dan lain-lain,” katanya.
Dia menyampaikan angin kencang terjadi di Kapanewon Bambanglipuro terjadi di Kalurahan Sumbermulyo sebanyak 1 titik; Kapanewon Banguntapan, Kalurahan Baturetno ada 1 titik, Kalurahan Tamanan ada 1 titik.
Kemudian di Kapanewon Kasihan ada Kalurahan Ngestiharjo ada 3 titik, Kalurahan Tirtonirmolo ada 2 titik. Kemudian Kapanewon Piyungan terjadi di Kalurahan Srimartani ada 1 titik dan Kalurahan Srimulyo ada 2 titik. Kemudian di Kapanewon Pleret terdiri dari Kalurahan Wonokromo ada 7 titik dan Kalurahan Baturetno ada 1 titik, serta Kalurahan Pleret ada 8 titik.
Dampak dari kejadian tersebut yaitu 5 rumah rusak, 15 akses jalan rusak, dan 3 jaringan listrik terputus. Kemudian ada 2 fasilitas pendidikan yang rusak, 1 kandang ternak rusak, 3 tempat usaha rusak.
Kejadian tersebut tidak ada korban meninggal dunia atau luka. Sementara estimasi kerugian ditaksir mencapai Rp13,7 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.