Nelayan Bantul Kembali Melaut, Gelombang 4 Meter Mengintai
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Petugas gabungan saat mengevakuasi kusir andong yang dilaporkan tertimpa pohon tumbang di Jalan Ibu Ruswo, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Jogja, Kamis (4/1/2024)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan bangunan ambruk di Kota Jogja dan Sleman, Kamis (4/1/2024). Sampai dengan pukul 15.45 WIB tercatat ada insiden pohon tumbang dan atap ambruk terjadi di sejumlah titik.
Di Jalan Ibu Ruswo, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Jogja, sebuah andong dilaporkan tertimpa pohon tumbang saat sedang melintas. Dari rekaman video dan foto yang tersebar di sosial media pohon ambruk menimpa atap andong.
Andong yang tertimpa pohon dengan besaran sedang itu ringsek. Sementara kusir dan kuda sudah diamankan oleh warga dan petugas gabungan ke tempat yang aman. Selain itu di Stasiun Tugu Jogja sejumlah kendaraan roda empat dilaporkan tertimpa atap yang ambruk.
"Andong yang tertimpa pohon korbannya mengalami luka dan langsung di bawa RS PKU Kota Jogja. Untuk data lengkap kejadian masih di asesmen," kata Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, Kamis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Prediksi susunan pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh. John Herdman berpeluang memakai 3-4-3 untuk mengejar kemenangan dengan selisih gol.
Harta Listyo Sigit dalam LHKPN 2025 mencapai Rp15,34 miliar. Simak rincian tanah, kendaraan, kas, harta bergerak, dan utangnya.
Profil Nurisa Dian Ashrifah, pemanah Indonesia peraih emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Cojuangco 139-137
Syarat membuat akta kematian meliputi surat kematian, KK, identitas pelapor, hingga formulir. Simak cara dan ketentuan pengurusannya.
Suyudi Ario Seto mengusung doktrin Polisi Bersama Masyarakat dan memaparkan agenda 100 hari pertama dalam uji kelayakan calon Kapolri di DPR.