Hasil Pertanian Wadas Menurun, Project Multatuli Soroti Dampaknya
Hasil pertanian Wadas menurun sejak penambangan Bendungan Bener. Project Multatuli menilai perubahan lingkungan turut mengubah pola hidup warga
Petani menyiapkan lahan di lahan Padukuhan Gading I, Kalurahan Gading, Playen, Gunungkidul pada Sabtu (7/1/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul menyampaikan bahwa sektor pertanian padi di zona selatan Gunungkidul tak lagi jadi masalah setelah hujan sempat turun selama tiga hari lalu.
Sekretaris DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan petani Gunungkidul terbiasa dengan sistem budi daya atau menanam ngawu-awu. Menggunakan sistem tersebut berarti benih padi justru ditanam sebelum musim hujan tiba.
“Hal ini dilakukan dengan harapan menghemat air untuk pertanaman musim berikutnya, serta kecukupan tenaga kerja masing-masing untuk olah lahan dan tebar benih,” kata Raharjo dihubungi, Sabtu (7/1/2024).
Raharjo menambahkan sistem tanam ngawu-awu tersebut dilakukan sebelum diprediksi gagal karena perubahan iklim.
Dia mengaku El-Nino menyebabkan kemarau lebih panjang dan kering sehingga musim hujan mundur pada Januari 2024.
Padahal banyak petani khususnya di zona selatan telah menanam sejak bulan November dan Desember 2023.
Berdasarkan laporan DPP Gunungkidul, luasan tanam padi dan jagung serta kedelai sampai 31 Desember 2023 mencapai 11.569 hektare. Dari angka itu, luas tanam padi sebanyak 9.774 hektare dan luas tanam jagung dan luas tanam kedelai 4 hektare.
Sementara itu, Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan bahwa berdasarkan laporan lapangan, hujan turun merata di seluruh Gunungkidul selama dua hari sehingga jajarannya mengimbau petani segera melakukan penanaman musim tanam pertama.
BACA JUGA: Gunungkidul Butuh Regenerasi Petani
Sebelumnya, DPP telah melakukan monitoring. Hasil monitoring tersebut adalah ada pertanaman padi yang terlanjur tumbuh dan mengalami kekeringan. Intensitas kekeringan dari ringan sampai berat.
Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan di Balai Penyuluh Pertanian Tanjungsari, Wahyudi mengatakan hujan di Kapanewon Tanjungsari turun selama dua hari. Dia menerangkan curah hujan pada 4 Januari 2024 sebesar 40 milimeter dan 5 Januari 2024 sebesar 16 milimeter.
Ketua Kelompok Tani Karya Tani Padukuhan Dunggubah II, Duwet, Wonosari, Samidi mengaku hujan yang turun memberikan harapan kepada benih yang telah ditanam sejak bulan November dan Desember 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil pertanian Wadas menurun sejak penambangan Bendungan Bener. Project Multatuli menilai perubahan lingkungan turut mengubah pola hidup warga
Nikotin tidak hanya menyebabkan kecanduan, tetapi juga dapat mengganggu aliran darah, hormon, dan fungsi seksual pria maupun perempuan.
Simak cara download foto TikTok ke galeri HP melalui fitur bawaan maupun layanan tambahan dengan tetap menghormati hak cipta kreator.
Tailan menempati posisi kedua destinasi wisata medis terbaik dunia 2026, sementara Indonesia berada di peringkat ke-44 dalam daftar global.
Pelanggan Starlink di AS mengeluhkan biaya tambahan hingga Rp27 juta akibat kebijakan kepadatan jaringan. Bagaimana kondisi layanan Starlink di Indonesia?
Minions & Monsters merebut puncak box office Amerika Utara dan menggeser Toy Story 5 meski mencatat pembukaan terendah dalam sejarah franchise.