Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Pemberian penghargaan kepada PMI saat Musyawarah Kerja PMI Sleman di Grha Sarina Vidi, Mlati, Rabu (10/1/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Produksi kantong darah PMI Sleman tak signifikan di tengah permintaan yang semakin meningkat. Akibatnya, PMI Sleman pun kini rutin mendatangkan pasokan darah dari luar daerah.
Ketua PMI Sleman, Sunartono mengatakan tren kebutuhan darah di Sleman terus meningkat. Sebagai gambaran, kebutuhan di 2023 hampir mencapai 3.000 kantong darah per bulannya.
Adapun di tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan hanya di kisaran 2.000 kantor per bulan. Menurut dia, adanya peningkatan permintaan ternyata tidak dibarengi dengan produksi yang mencukupi.
Oleh karena itu, kata Sunartono, untuk mencukupi kebutuhan terebut, PMI Sleman sering mendatangkan darah dari luar daerah. “Sekarang bukan lagi di wilayah DIY. Tetapi, kami sering ambil dari Semarang, Banyumas hingga Surabaya,” katanya seusai membuka Musyawarah Kerja PMI Sleman di Grha Sarina Vidi, Sleman, Rabu (10/1/2024).
Menurut Sunartono, krisis darah yang dihadapi PMI Sleman merupakan tantangan yang harus dipecahkan. Itulah sebabnya, upaya sosialisasi donor darah ke masyarakat akan terus digalakkan dengan melibatkan pengurus PMI di seluruh kapanewon di Bumi Sembada. “Memang stok darah ini sifatnya nasional sehingga bisa mengambil dari mana saja. Tapi akan lebih baik bisa mencukupi sendiri,” katanya.
Disinggung mengenai anggaran pengelolaan darah, Sunartono mengakui ada bantuan dari pemkab, dikarenakan meski ada kenaikan anggaran pengelolaan, namun masih bisa tercukupi. Tahun ini ada alokasi sekitar 16.000 kantong dengan nominal sekitar Rp7,8 miliar. “Pemkab membantu anggaran pengelolaan sehingga layanan diberikan secara gratis,” katanya.
Kepala Bidang Hukum dan Advokasi, PMI DIY, Kardi dalam sambutannya memberikan apreasiasi terhadap kinerja PMI Sleman. Menurut dia, untuk masalah pengelolaan darah tidak perlu dikhawatirkan karena mendapat dukungan dari Pemkab Sleman. “PMI menjadi satu-satu organisasi yang bisa masuk ke mana saja untuk memberikan bantuan masalah kedaruratan maupun kemanusiaan,” katanya.
Kardi berpesan kinerja yang lebih baik ini harus lebih ditingkatkan sehingga tugas pokok dan fungsi yang dimiliki dapat berjalan dengan optimal. “Kinerja untuk kemanusiaan atau masalah kedaruratan merupakan hal utama dan harus terus ditingkatkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.