Siap-siap, Kamera ETLE Dipasang di Simpang Tiga Cepit Bantul
Polres Bantul menyiapkan ETLE di Simpang Tiga Cepit. Kamera berbasis AI belum terpasang dan waktu penerapannya masih menunggu.
Vaksinasi anak - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan DIY menerima instruksi dari Kementerian Kesehatan RI untuk segera melakukan vaksinasi polio di wilayah Sleman menyusul ditetapkannya Kabupaten Klaten yang berbatasan langsung dengan wilayah itu sebagai kejadian luar biasa (KLB) polio.
"Alhamdulillah surat baru saja diterima. Sementara hanya untuk Sleman. Isinya di Sleman harus dilaksanakan nOPV2 (vaksinasi polio)," kata Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie, Jumat (12/1/2024).
Menurut Pembajun, vaksin polio yang diberikan itu nantinya dipakai dengan cara diminum secara oral. Sampai sekarang belum ada kasus polio yang ditemukan di wilayahnya. Maka, pemberian vaksin kata Pembajun, akan digenjot guna mengantisipasi sebaran kasus. "Semoga tidak ada, kita akan terus upayakan antisipasi," jelasnya.
BACA JUGA: Puasa di Bulan Rajab Berlangsung hingga Februari 2024, Ini Jadwalnya
Sekda DIY Beny Suharsono mengatakan antisipasi terhadap sebaran polio harus dimaksimalkan oleh Dinas Kesehatan DIY dan Sleman menyusul ditemukannya kasus serupa di Kabupaten Klaten. Sebab, menurut Beny virus tidak memiliki wilayah administrasi dan antisipasi harus diperkuat.
"Namanya virus kan tidak punya wilayah administrasi, tapi yang paling rentan ya yang berbatasan langsung. Karena interaksi orangnya langsung. Kami mewaspadai itu, maka yang kami lakukan adalah PHBS perilaku hidup bersih dan sehat," katanya.
Menurut Beny, pemberian vaksin nantinya akan dipusatkan di Puskesmas masing-masing wilayah terutama bagi yang rentan yakni anak-anak.
"Kita modelnya di Puskesmas, kan polio juga diperuntukkan terutama bagi rentan yang anak-anak . Dinas kesehatan sudah berjalan, sudah melakukan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Bantul menyiapkan ETLE di Simpang Tiga Cepit. Kamera berbasis AI belum terpasang dan waktu penerapannya masih menunggu.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.
Sekolah Nasional Terintegrasi mulai berjalan di 17 kabupaten/kota pada tahun ajaran 2026-2027 untuk memperluas pemerataan mutu pendidikan.
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.