Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Kasatreskrim Polresta Sleman, AKP Riksy Adian memaparkan kronologi pencabulan sesama jenis yang terjadi di Kapanewon Ngaglik di Mapolresta Sleman, Senin (15/1/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang kakek berinisial NGT, 58, di Kapanewon Ngaglik terancam penjara selama 15 tahun lantaran diduga melakukan pencabulan terhadap anak laki-laki berusia enam tahun yang tak lain merupakan tetangganya sendiri.
Kasatreskrim Polresta Sleman, AKP Risky Adian mengatakan kasus pencabulan sesama jenis dengan korban anak berusia enam tahun itu terjadi pada akhir 2023 lalu. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh orang tua korban karena anaknya mengalami demam tinggi.
Pada saat buang air besar dan sang ayah akan membersihkannya melihat luka di bagian anus. Curiga dengan peristiwa ini, korban didesak terkait dengan asal mula luka tersebut.
Pada awalnya, korban tidak mau mengaku, karena korban diancam akan dipukuli oleh pelaku. Namun, atas desakan orang tua, korban akhirnya mengaku sudah dicabuli oleh NGT dengan memasukan sebuah benda asing ke bagian anusnya. “Langsung dilaporkan ke Ketua RW kemudian dilanjutkan Unit PPA Polresta Sleman pada 27 Desember 2023. Keduanya merupakan tetangga,” kata Risky kepada wartawan, Senin (15/1/2024).
Dia menjelaskan, untuk tersangka diamankan pada 30 Desember 2023. Hingga sekarang masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta. “Ternyata peristiwa pencabulan terjadi dua kali. Sekarang, masih kami dalami kemungkinan adanya korban lainnya,” kata Risky.
Menurut dia, peristiwa pencabulan terakhir terjadi saat korban pulang dari belajar Al-Qur'an (TPA) di masjid. Setibanya di lapangan, korban langsung menyekap korban langsung dibawa ke rumah hingga dilakukan aksi bejat tersebut. “Memang pelaku memiliki kelainan. Untuk sekarang, kami masih mencari kayu yang dipergunakan melancarkan aksinya ini,” ungkapnya.
BACA JUGA: Aksi Cabul Ayah pada Anaknya, Polisi: Pelaku Tega Cabuli Anaknya saat Baru Alami Lakalantas
Untuk mengungkap kasus ini, petugas kepolisian telah menyita barang bukti berupa satu kaos lengan panjang, satu celana panjang dan satu celana dalam. Selain itu, polisi juga masih menunggu keterangan saksi ahli terkait dengan hasil visum terhadap korban.
Atas perbuatannya ini, pelaku dijerat Pasal 28 Undang-Undang No.23/2022 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 292 KUHP dengan ancaman minimal lima tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara. Kepada wartawan, NGT mengaku menyesal dan sudah lama ditinggal mati istrinya sehingga berbuat nekat. “Saya khilaf,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Karyawan menolak PHK? Simak batas waktu mengajukan keberatan, proses bipartit, penyelesaian perselisihan, dan aturan pesangon.
Indonesia naik ke peringkat kedua destinasi ramah Muslim dunia versi GMTI 2026 dengan skor 79, menyamai Türkiye dan Arab Saudi.
BPBD Gunungkidul menyatakan belum menerima laporan kerusakan setelah gempa M5,4 pada Selasa malam. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi BMKG.
Wagub Jateng Taj Yasin mengajak generasi muda melakukan aksi nyata mengatasi persoalan masyarakat dan mengantisipasi bencana pada Hari Sumpah Pemuda 2026.
AC Milan menjamu Bologna pada pekan kesembilan Serie A. Rossoneri mengincar kemenangan untuk menjaga rekor tak terkalahkan di liga.