Rehabilitasi Cagar Budaya Talut Jembatan Duwet Paling Cepat 2025

Triyo Handoko
Triyo Handoko Selasa, 16 Januari 2024 19:37 WIB
Rehabilitasi Cagar Budaya Talut Jembatan Duwet Paling Cepat 2025

Suasana tinjauan lapangan Disbud Kulonprogo di cagar budaya Jembatan Duwet yang talurnya ambrol dimana sepeda motor sudah dapat melewatinya, Senin (15/1/2023). ist/Disbud Kulonprogo

Harianjogja.com, KULONPROGO—Talut di sekitar Jembatan Duwet yang merupakan bangunan cagar budaya di Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo masih dalam tahap perencanaan dan kajian perbaikan. Talut yang ambrol akhir 2023 lalu dan mengancam keberadaan cagar budaya itu belum dianggarkan untuk diperbaiki, paling cepat perbaikan dilakukan pada 2025.

Dinas Kebudayaan (Disbud) Kulonprogo yang bertanggung jawab atas pengelolaan cagar budaya itu masih melakukan kajian dan rencana perbaikannya sudah dikonsultasikan ke berbagai pihak ahli. Jembatan ini pernah jadi saksi perjuangan kemerdekaan Indonesia yang pada 1948 sengaja dirusak untuk menghambat pasukan Belanda masuk.

Jembatan Duwet ditetapkan sebagai cagar budaya melalui SK Gub. No 210/KEP/2010 1970-01-01. Saat talut jembatan ini rusak, kendaraan dilarang melintasnya. Namun kini sudah dapat dilewati sepeda motor.

Sekertaris Disbud Kulonprogo Nasip menjelaskan dinasnya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak. "Kami sudah koordinasi dengan BBWSO apalagi sekarang musim hujan yang kerusakan dapat makin parah jika ada luberan air sungai," terangnya, Selasa (16/11/2023).

Nasip menjelaskan sudah ada upaya untuk tidak memperparah kerusakan talut dengan menutup terpal bagian yang longsor. "Sudah ditutup terpal agar saat hujan deras tidak tambah ambrol," ungkapnya.

Percepatan perbaikan talut Jembatan Duwet, jelas Nasip, bisa dilakukan saat hasil kajian dan konsultasi rampung dilakukan. "Belum kami anggarkan tahun ini karena menunggu hasil juga, paling cepat dilakukan 2025 yang nantinya kami anggarkan pada akhir tahun ini," jelasnya.

Kepala Bidang Warisan Budaya Disbud Kulonprogo R. Agus Supriyanta menyebut pihaknya sudah meninjau langsung bangunan cagar budaya itu pada Senin (15/1/2023). "Kami koordinasi juga dengan perangkat di wilayah, dari kalurahan sampai kapanewon, tinjauan lapangan kami juga ternyata masih cukup kuat jembatan itu," katanya.

Agus menerangkan Jembatan Duwet kini sudah dapat dilalui sepeda motor. "Kami imbau masyarakat juga yang melewatinya tidak membawa beban berlebih, agar kekuatan dan kondisinya dapat dirawat bersama, masyarakat juga mendukung itu" katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online