Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Suasana tinjauan lapangan Disbud Kulonprogo di cagar budaya Jembatan Duwet yang talurnya ambrol dimana sepeda motor sudah dapat melewatinya, Senin (15/1/2023). ist/Disbud Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Talut di sekitar Jembatan Duwet yang merupakan bangunan cagar budaya di Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo masih dalam tahap perencanaan dan kajian perbaikan. Talut yang ambrol akhir 2023 lalu dan mengancam keberadaan cagar budaya itu belum dianggarkan untuk diperbaiki, paling cepat perbaikan dilakukan pada 2025.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Kulonprogo yang bertanggung jawab atas pengelolaan cagar budaya itu masih melakukan kajian dan rencana perbaikannya sudah dikonsultasikan ke berbagai pihak ahli. Jembatan ini pernah jadi saksi perjuangan kemerdekaan Indonesia yang pada 1948 sengaja dirusak untuk menghambat pasukan Belanda masuk.
Jembatan Duwet ditetapkan sebagai cagar budaya melalui SK Gub. No 210/KEP/2010 1970-01-01. Saat talut jembatan ini rusak, kendaraan dilarang melintasnya. Namun kini sudah dapat dilewati sepeda motor.
Sekertaris Disbud Kulonprogo Nasip menjelaskan dinasnya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak. "Kami sudah koordinasi dengan BBWSO apalagi sekarang musim hujan yang kerusakan dapat makin parah jika ada luberan air sungai," terangnya, Selasa (16/11/2023).
Nasip menjelaskan sudah ada upaya untuk tidak memperparah kerusakan talut dengan menutup terpal bagian yang longsor. "Sudah ditutup terpal agar saat hujan deras tidak tambah ambrol," ungkapnya.
Percepatan perbaikan talut Jembatan Duwet, jelas Nasip, bisa dilakukan saat hasil kajian dan konsultasi rampung dilakukan. "Belum kami anggarkan tahun ini karena menunggu hasil juga, paling cepat dilakukan 2025 yang nantinya kami anggarkan pada akhir tahun ini," jelasnya.
Kepala Bidang Warisan Budaya Disbud Kulonprogo R. Agus Supriyanta menyebut pihaknya sudah meninjau langsung bangunan cagar budaya itu pada Senin (15/1/2023). "Kami koordinasi juga dengan perangkat di wilayah, dari kalurahan sampai kapanewon, tinjauan lapangan kami juga ternyata masih cukup kuat jembatan itu," katanya.
Agus menerangkan Jembatan Duwet kini sudah dapat dilalui sepeda motor. "Kami imbau masyarakat juga yang melewatinya tidak membawa beban berlebih, agar kekuatan dan kondisinya dapat dirawat bersama, masyarakat juga mendukung itu" katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Warga Desa Narasaosina menyerahkan 57 senjata rakitan sisa konflik Adonara Timur kepada Polres Flores Timur demi menjaga perdamaian.
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Minggu malam. BPPTKG minta warga tetap waspada.
AHY memastikan penyesuaian tarif tiket pesawat dilakukan terukur di tengah kenaikan harga energi dunia akibat konflik Timur Tengah.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.