Putus 2 Tahun Diterjang Banjir, Jembatan Dodogan-Pokoh Diperbaiki
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
Pemilu Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Sosial (Dinsos) DIY mengaku akan memberikan pendampingan kepada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tinggal di panti-panti yang dikelola oleh pemerintah dan swasta setempat saat mencoblos di Pemilu 2024.
Kepala Dinsos DIY Endang Parmintarsih mengatakan pendampingan kepada ODGJ saat Pemilu mendatang tentunya sudah disosialisasikan. Golongan masyarakat itu nantinya akan mendapat perlakuan khusus untuk mencoblos pada 14 Februari mendatang.
"Jadi nanti ada perlakuan khusus buat mereka untuk pemilihan. Nanti Bawaslu juga ada koordinasinya untuk pos-pos terdekat," kata Endang, Kamis (18/1/2024).
Endang memastikan setiap ODGJ pasti mendapat pendampingan dalam mencoblos, tidak hanya dari petugas tapi juga dari keluarga maupun orang tua. Hanya ia belum memastikan berapa jumlah pendamping yang akan ditugaskan saat pencoblosan nanti.
"Kalau hak suara kan semua warga negara punya, kan tidak ada diskriminasi kalau ODGJ tidak boleh memilih tidak ada. Jadi ketika dia memang secara fisik bisa kan itu harus hak dia difasilitasi semuanya," ujarnya.
Baca Juga
KPU DIY Jamin Hak Suara 9.304 ODGJ pada Pemilu 2024
Pemilih ODGJ Bisa Gunakan Suara saat Pemilu 2024 Asalkan Lengkapi Syarat Ini
Bawaslu DIY Dampingi Hak Coblos ODGJ yang Bisa Menentukan Preferensi Politiknya
Sampai sekarang jumlah ODGJ yang tinggal di panti pemerintah ada sebanyak 350 an orang. Pihaknya perlu mendata kembali ODGJ yang tinggal di panti swasta.
"Untuk pengarahan khusus saat pencoblosan itu nanti dari KPU-nya, nanti akan berkoordinasi juga tentang pos pencoblosannya bagaimana," jelas Endang.
Menurut Endang, hari ini pihaknya juga menggelar rapat koordinasi dengan Dinsos kabupaten kota untuk membahas soal pendampingan terhadap ODGJ saat Pemilu 2024 nanti. Untuk itu, dia menyatakan pembahasan lebih detail soal pendampingan masih akan dirumuskan.
"Kita harus tetap fasilitasi dan mereka harus melaksanakan itu. Karena ODGJ itu kan juga bukan berarti mereka tidak tahu apa-apa. Jadi mereka ada level-levelnya, ada yang bisa aktivitas untuk dirinya sendiri dan ada juga yang memang butuh dibantu," kata Endang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
PT Importa Jaya Abadi (Importa Furniture) kembali menegaskan kepemimpinannya di industri furnitur nasional dengan meraih Top Brand Award 2026
Lamine Yamal tanpa sengaja promosi celana dalam 6PM di final Piala Dunia 2026. Penjualan melonjak, beberapa model habis terjual. Simak kisah viral ini!
Jadwal Indonesia vs Thailand di SEA V Cup Putri 2026 berlangsung Jumat 31 Juli pukul 16.00 WIB. Berikut jadwal lengkap leg pertama di Hanoi.
Jaringan Pendidikan Jesuit Terbesar di Dunia Berkumpul di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Mulai 1 Agustus 2026 berlaku aturan baru, mulai pungutan pajak pedagang marketplace hingga kenaikan tarif layanan hukum dan pendaftaran merek.