BREAKING NEWS: Waspada, Hujan dan Angin Sleman Sebabkan Sejumlah Pohon Tumbang Hingga Atap Terbang

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Minggu, 21 Januari 2024 12:37 WIB
BREAKING NEWS: Waspada, Hujan dan Angin Sleman Sebabkan Sejumlah Pohon Tumbang Hingga Atap Terbang

Pohon tumbang akibat angin kencang di wilayah Tempel, Sleman, beberapa waktu lalu. - Antara

Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan disertai angin yang terjadi pada Minggu (21/1/2024) sekitar pukul 04.30 WIB memicu sejumlah kerusakan di Kabupaten Sleman. Sejumlah pohon dilaporkan tumbang hingga sejumlah atap rumah dilaporkan berterbangan.

"Hujan Sedang hingga lebat dini hari yang disertai angin kencang di Kabupaten Sleman mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan longsor," kata Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan.

Hingga pukul 11.15 WIB, kerusakan paling banyak dilaporkan terjadi di Kapanewon Cangkringan. Delapan kejadian pohon tumbang hingga atap terbang, dilaporkan terjadi di sana.

BACA JUGA: Begini Cara Mitigasi Dampak Siklon Tropis Anggrek Menurut Pakar Iklim UGM

Di Karanggeneng RT 01/RW 15 Umbulharjo Cangkringan contohnya, pohon akasia tumbang menimpa rumah. Sementara di Srunen, Glagaharjo, Cangkringan atap sebuah warung terbang terbawa angin kencang.

"Di Kalitengah Kidul RT 03/RW 18, Glagaharjo, Cangkringan atap garasi asbes dan seng terbawa angin kencang," ungkapnya.

Atap dapur terbawa angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kalitengah Kidul RT 03/RW 18, Glagaharjo, Cangkringan. Selain itu ada rumpun bambu yamg ambruk menimpa rumah di Randusari, Argomulyo, Cangkingan

Kejadian pohon tumbang juga dilaporkan terjadi Kapanewon Tirtomartani dan Berbah. Di Jln Berbah-Prambanan, Sumberkidul, Kalitirto, Berbah pohon tumbang menutup akses jalan bahkan  menimpa pengendara motor.

"Korban [tertimpa pohon] dalam kondisi sadar dan luka ringan dan langsung dibawa pulang oleh keluarganya," ungkapnya.

BACA JUGA: Ada Siklon Tropis Anggrek, Potensi Cuaca Ekstrem Membayangi Wilayah DIY

Tidak hanya pohon tumbang dan angin kencang, hujan juga menimbulkan kejadian tanah longsor di Sleman. Salah satu longsor terjadi Glondong RT 01/RW 18, Sendangadi, Mlati. Di lokasi tersebut, talut longsor menimpa bangunan Universitas Mahakarya Asia.

"Di Kapanewon Turi tepatnya di Ngumbul RT 3/RW 26, Bangunkerto, Turi hujan deras membuat rumah roboh akibat pondasi rapuh," lanjutnya.

Kepala Stasiun Meteorologi Jogjakarta, Warjono mewanti-wanti akan hujan sedang hingga lebat yang bakal terjadi di Sleman beberapa waktu ke depan. Pada Minggu (21/1/2024) potensi hujan terjadi ringan sampai sedang meliputi wilayah Kota Jogja, Sleman, Kulonprogo, Bantul dan Gunungkidul bagian utara. Sementara pada Senin (22/1/2204) potensi hujan sedang sampai lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang merata di Seluruh DIY.

"Pada Selasa (23/1/2024), potensi hujan sedang sampai lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang meliputi Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian utara dan Kulonprogo," jelasnya.

Berkaca dari potensi hujan sedang hingga lebat yang hampir mengguyur seluruh wilayah DIY, Warjono merekomendasikan kegiatan pemangkasan pada pohon-pohon yang lapuk maupun rawan tumbang. Sementara bagi warga yang tinggal di daerah dengan topografi tidak rata, Warjono mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor yang bisa saja terjadi.

"Perbarui informasi terbaru media massa atau media sosial serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan  seperti BPBD," tegasnya. (Catur Dwi Janati)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online