Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Petugas DLH Sleman saat melakukan pemangkasan pohon perindang di sekitar jalan di Kalurahan Sendangadi, Mlati, Minggu (28/1/2024). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Cuaca ekstrem yang terjadi sejak awal 2024 berdampak terhadap banyaknya pohon tumbang di Bumi Sembada. Hal ini pun berdampak terhadap permintaan bantuan pemangkasan pohon ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman.
Kepala DLH Sleman, Epiphana Kristiyani mengatakan upaya antisipasi terjadinya cuaca ekstrem terus dilakukan. Pasalnya, sudah banyak pohon tumbang dikarenakan terjadinya hujan deras disertai dengan angin kencang.
Menurut dia, untuk antisipasi sudah menyiapkan tiga regu guna monitoring dan pemangkasan pohon-pohon di pinggir jalan kabupaten yang jadi kewenangan DLH Sleman. Setiap tim terdiri dari empat orang dilengkapi dengan mesin gergaji dan mobil pemangkas pohon.
“Monitoring dan pemangkasan pohon perindang di pinggir jalan sudah dilakukan melalui Bagian Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau,” kata Epiphana, Minggu (21/1/2024).
Selain monitoring dan pemangkasan di jalan protokol kabupaten, juga bantuan pemangkasan pohon di sekitar rumah warga. Ia mencatat setiap harinya ada tiga pengajuan permohonan dari masyarakat.
BACA JUGA: Knalpot Brong Dilarang untuk Kampanye, KPU Bantul: Jangan Juga Melibatkan Anak-Anak
Meski demikian, Epi mengakui tidak semua pengajuan bisa dilayani. Selain dikarenakan keterbatasan personel, upaya bantuan dikhususkan bagi keluarga kurang mampu.
“Harapannya bagi warga mampu atau Perusahaan-perusahaan bisa melakukan pemangkasan sendiri, tapi meminta bantuan ke dinas,” katanya.
Ditambahkan dia, pada saat melaksanakan permintaan pemangkasan pohon juga dilakukan monitoring dan pendataan terhadap pohon perindang di jalan-jalan kabupaten. Langkah ini sebagai upaya mengefektifkan pekerjaan di tengah keterbatasan personel yang dimiliki.
“Misalnya saat ada permintaan pemangkasan di Kapanewon Godean, maka saat berangkat sekaligus melakukan pendataan. Sasarannya pohon perindang yang rawan roboh atau rantingnya sudah menjorok ke jalan sehingga berpotensi membahayakan pengendara,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, sejak awal musim hujan sudah terjadi beberapa peristiwa yang diakibatkan cuaca ekstrem. Ia tidak menampik, kejadian pohon tumbang paling mendominasi.
Dia mencontohkan, hujan yang mengguyur sejak minggu pagi menyebabkan sejumlah peristiwa. Selain longsor yang mengakibatkan salah satu rumah warga di Bangunkerto, Turi rusak, juga ada laporan angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang.
Titik-titik pohon tumbang di antaranya terjadi di Kapanewon Cangkringan lima titik; Kapanewon Kalasan dan Berbah masing-masing satu titik.
“Untuk mengurangi risiko pohon tumbang, warga diminta memangkas ranting pohon di sekitar rumah yang telah lebat atau lapuk,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.
Pemprov Jateng menyalurkan 75,4 juta liter air bersih ke 33 kabupaten/kota untuk membantu warga terdampak kekeringan.
Komisi XIII DPR menemukan miras di salah satu bangunan Lapas Cibinong. Sebanyak 10 bangunan di bantaran Ciliwung dibongkar.
Empat atlet Indonesia lolos final speed panjat tebing di Nagoya. FPTI membidik medali dan berharap podium dikuasai wakil Indonesia.
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.