Dampak dari Cuaca Ekstrem, DLH Sleman Kebanjiran Order Bantuan Pemangkasan Pohon

David Kurniawan
David Kurniawan Minggu, 21 Januari 2024 15:17 WIB
Dampak dari Cuaca Ekstrem, DLH Sleman Kebanjiran Order Bantuan Pemangkasan Pohon

Petugas DLH Sleman saat melakukan pemangkasan pohon perindang di sekitar jalan di Kalurahan Sendangadi, Mlati, Minggu (28/1/2024). - Harian Jogja/David Kurniawan

Harianjogja.com, SLEMAN—Cuaca ekstrem yang terjadi sejak awal 2024 berdampak terhadap banyaknya pohon tumbang di Bumi Sembada. Hal ini pun berdampak terhadap permintaan bantuan pemangkasan pohon ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman.

Kepala DLH Sleman, Epiphana Kristiyani mengatakan upaya antisipasi terjadinya cuaca ekstrem terus dilakukan. Pasalnya, sudah banyak pohon tumbang dikarenakan terjadinya hujan deras disertai dengan angin kencang.

Menurut dia, untuk antisipasi sudah menyiapkan tiga regu guna monitoring dan pemangkasan pohon-pohon di pinggir jalan kabupaten yang jadi kewenangan DLH Sleman. Setiap tim terdiri dari empat orang dilengkapi dengan mesin gergaji dan mobil pemangkas pohon.

“Monitoring dan pemangkasan pohon perindang di pinggir jalan sudah dilakukan melalui Bagian Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau,” kata Epiphana, Minggu (21/1/2024).

Selain monitoring dan pemangkasan di jalan protokol kabupaten, juga bantuan pemangkasan pohon di sekitar rumah warga. Ia mencatat setiap harinya ada tiga pengajuan permohonan dari masyarakat.

BACA JUGA: Knalpot Brong Dilarang untuk Kampanye, KPU Bantul: Jangan Juga Melibatkan Anak-Anak

Meski demikian, Epi mengakui tidak semua pengajuan bisa dilayani. Selain dikarenakan keterbatasan personel, upaya bantuan dikhususkan bagi keluarga kurang mampu.

“Harapannya bagi warga mampu atau Perusahaan-perusahaan bisa melakukan pemangkasan sendiri, tapi meminta bantuan ke dinas,” katanya.

Ditambahkan dia, pada saat melaksanakan permintaan pemangkasan pohon juga dilakukan monitoring dan pendataan terhadap pohon perindang di jalan-jalan kabupaten. Langkah ini sebagai upaya mengefektifkan pekerjaan di tengah keterbatasan personel yang dimiliki.

“Misalnya saat ada permintaan pemangkasan di Kapanewon Godean, maka saat berangkat sekaligus melakukan pendataan. Sasarannya pohon perindang yang rawan roboh atau rantingnya sudah menjorok ke jalan sehingga berpotensi membahayakan pengendara,” katanya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, sejak awal musim hujan sudah terjadi beberapa peristiwa yang diakibatkan cuaca ekstrem. Ia tidak menampik, kejadian pohon tumbang paling mendominasi.

Dia mencontohkan, hujan yang mengguyur sejak minggu pagi menyebabkan sejumlah peristiwa. Selain longsor yang mengakibatkan salah satu rumah warga di Bangunkerto, Turi rusak, juga ada laporan angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang.

Titik-titik pohon tumbang di antaranya terjadi di Kapanewon Cangkringan lima titik; Kapanewon Kalasan dan Berbah masing-masing satu titik.

“Untuk mengurangi risiko pohon tumbang, warga diminta memangkas ranting pohon di sekitar rumah yang telah lebat atau lapuk,” katanya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online