Puluhan Obat Bahan Alam Tercemar BKO BPOM Ungkap Risiko Serius
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Ilustrasi-Aksi pengumpulan barang bekas dan pengolahan sampah. - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul terus mempercepat realisasi pembangunan sejumlah Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di wilayahnya pada 2024. Salah satunya adalah pembangunan TPST Bawuran dan TPST Dingkikan, Sedayu.
Untuk pembangunan TPST Bawuran, saat ini Pemkab Bantul melalui PD Aneka Dharma terus mematangkan rencana pembangunannya. Terbaru, perusahaan milik daerah (Perumda) Bantul telah melakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat di Kalurahan Bawuran terkait rencana pembangunan TPST tersebut.
Carik Kalurahan Bawuran Kapanewon Pleret, Isnandar Hadi mengatakan pihaknya telah beberapa kali mendapatkan sosialiasi rencana pembangunan TPST kerjasama antara PD Aneka Dharma dengan pihak swasta yang berbasis di di California Amerika Serikat (AS), Paneltech. Di mana, nantinya sampah akan diolah di TPST Bawuran dengan produk akhir berupa panel board atau papan sebagai bahan bangunan.
"Iya, kerja samanya dengan PT Paneltech. Sekarang ya, mungkin dalam proses perizinan. Rencana lahan yang diajukan perizinan untuk lokasi itu seluas 6,1 hektare dan 7.200 meter. Itu kan dua tempat ya. Dan semua pakai Sultan Ground," kata Isnandar kepada Harian Jogja, Selasa (23/1/2024).
Lebih detail Isnandar mengungkapkan, lahan seluas 6,1 hektare dan 7.200 meter tersebut semuanya ada di Dusun Sentulrejo. Untuk kontur tanah yang akan digunakan sebagai lokasi TPST sampai saat ini masih dalam bentuk tanah perbukitan.
"Jauh dari permukiman yang jelas. Sosialiasi sudah dilakukan beberapa kali. Untuk tokoh masyarakat yang berpengaruh sudah diajak ngobrol beberapa kali. Tapi untuk masyarakat banyak, belum ada dua mingguan," terang Isnandar.
Menurut Isnandar, sejauh ini dari beberapa kali sosialiasi, masyarakat Bawuran utamanya di Dusun Sentulrejo mendukung adanya pembangunan TPST tersebut. Apalagi ada janji dari PD Aneka Dharma dan Paneltech akan melibatkan masyarakat dalam pengoperasionalan TPST tersebut. Di mana masyarakat akan dipekerjakan di TPST tersebut.
"Memang utamakan pekerja lokal di situ. Sekarang kegiatan fisik memang belum ada, sedang urus perizinannya," terang Iskandar.
BACA JUGA: Bantul Merancang Pembangunan 12 TPST dan TPS3R Baru
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengungkapkan jika TPST Bawuran ditargetkan selesai pembangunan pada akhir 2024. Berbeda dengan TPST lainnya, seperti ITF Niten, TPST Modalan dan TPST Dingkikan, TPST Bawuran dinilai Halim menggunakan teknologi yang lebih modern.
"Khusus Bawuran lebih modern. Karena menggunakan alat yang lebih modern," kata Halim.
TPST Dingkikan Terus Berjalan
Terpisah Kepala DPU PKP Bantul Aris Suharyanta mengatakan pembangunan TPST Dingkikan, Kelurahan Argodadi, Kecamatan Sedayu saat ini masih dalam proses. Pembangunan TPST dengan anggaran Rp20 miliar dari APBD yang dikerjakan di atas Sultan Ground tersebut saat ini sedang dalam tahap tender.
"Saat ini baru dievaluasi di PJB Mas. Kami harapkan, jika lancar awal bulan depan sudah ada pemenang tendernya," harap Aris.
Pemkab Bantul sendiri menargetkan sebanyak 12 Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pengolahan Sampah Sistem Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) baru dibangun dalam waktu dekat. Sebab, keberadaan TPST dan TPS3R tersebut dinilai cukup efektif untuk mengurangi volume sampah di Kabupaten Bantul yang mencapai 120 ton per hari.
Menurut Halim, dari target 12 TPST tersebut, menurut Halim ada 3 TPST ditarget selesai pada 2024. Untuk TPST Niten saat ini telah selesai pembangunan dan siap untuk dioperasionalkan. Sementara TPST Modalan dan TPST Dingkikan, Sedayu ditargetkan akan selesai pembangunan pada 2024. Sementara untuk TPS3R Bawuran ditarget selesai pembangunan pada akhir tahun.
Dengan keberadaan 12 TPST dan TPS3R diharapkan nantinya masalah sampah di Bantul bisa teratasi. Sebab, setiap TPST dan TPS3R yang ada diperkirakan mampu mengolah sampah mulai dari 5 sampai 50 ton per hari.
"Karena kami mengejar target persoalan sampah di Bantul selesai pada 2025," kata Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.