BEDAH BUKU: Tangkal Judol-Pinjol dengan Membaca
DPRD DIY bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar kegiatan bedah buku di Joglo Bantala Abyudaya, Padukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari,
Calon Anggota Legislatif DPR RI Dapil DIY, Sri Purnomo (berdiri dua kiri) saat menyerap aspirasi rakyat di Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi. - ist
SLEMAN—Calon Anggota Legislatif DPR RI Dapil DIY, Sri Purnomo terus konsisten menyerap aspirasi dari para petani di Sleman. Tidak hanya di petani di sektor pertanian, namun juga petani di sektor perikanan dan peternakan.
Dalam satu bulan terakhir, Sri Purnomo melakukan roadshow setiap kapanewon untuk mendengarkan aspirasi petani. Dimulai dari Seyegan, Kalasan, Tempel, Ngemplak dan terakhir di Gamping.
Dalam kesempatan itu, Sri Purnomo menyampaikan pentingnya peran petani dalam mencapai swasembada pangan. Namun, sering kali masih terdapat masalah yang dihadapi mulai dari ketersediaan pupuk, BBM hingga teknologi pertanian yang belum merata.
“Problem hari ini memang benar yang dialami petani. Mulai pupuk, BBM hingga alat atau teknologi yang belum rata. Ini tentunya jika tidak diperjuangkan, minat sebagai petani khususnya anak-anak muda akan bisa berkurang,” ungkap Sri Purnomo, Selasa (23/1/2024).
Sri Purnomo juga menyoroti perlunya pentingnya memperkuat regulasi dan infrastruktur pendukung bagi untuk petani. Dirinya berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait guna mendukung pengembangan pertanian, perikanan dan peternakan.
BACA JUGA: Pembinaan Petani oleh Kementan di Bantul, Titiek Soeharto Ikut Mohon Izin Nyaleg
“Saya percaya, dengan adanya penguatan melalui regulasi dan infrastruktur pendukung bagi petani, mereka akan tambah kuat dan berkembang. Ini pondasi yang bagus untuk swasembada pangan kita,” terang Sri Purnomo.
“Dan jangan lupakan regenerasi petani melalui anak-anak muda kita. Pastikan mereka tidak melihat pertanian itu tidak punya masa depan. Tapi berikan mereka bukti bahwa menjadi petani itu menyenangkan dan masa depan yang cerah.”
Dilanjutkan Sri Purnomo, pihaknya juga mendukung pengembangan petani perempuan melalui lahan-lahan terbatas untuk terus didorong agar semakin tumbuh. Para perempuan ini nantinya juga akan menjadi kekuatan pertanian sendiri di sektor mikro dengan potensi mengembangkan perekonomian rumah tangga.
“Kalau perempuan memiliki akses lebih besar, produktivitas pertanian dan rumah tangga mereka akan meningkat yang akan berdampak pada peningkatan dan kestabilan pendapatan keluarga,” kata Sri Purnomo. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar kegiatan bedah buku di Joglo Bantala Abyudaya, Padukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari,
Polresta Jogja mendalami dugaan pungli food truck di Alkid, termasuk klaim permintaan jatah makan oleh anggota polisi dan tarif parkir jutaan rupiah.
DPRD Bantul menilai kinerja Perumda Aneka Dharma masih perlu didorong agar kontribusi terhadap PAD dan pengelolaan ITF Bawuran meningkat.
Keraton Yogyakarta menegaskan food truck di Alkid telah mengantongi izin. Dugaan pungutan parkir disebut bukan pungutan resmi Keraton.
Logo Asian Games 2026 Aichi-Nagoya menyimpan makna di balik warna ungu, emas, hijau serta huruf A dan N yang mewakili Asia, Aichi, dan Nagoya.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi menyebut kondisi fiskal DIY masih aman hingga akhir 2026 meski pemerintah daerah harus terus menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerint