Syarat Pendaftaran Sekolah Rakyat Gunungkidul, Dibuka SD hingga SMA
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.
Ilustrasi vaksin - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Sleman memastikan akan ada vaksinasi booster untuk mengoptimalkan pencegahan penyakit polio pada anak. Rencananya booster diselenggarakan pada 19-24 Februari 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, pelaksanaan vaksinasi polio Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub-Pin) yang berlangsung 15-20 Januari 2024 berjalan dengan lancar. Total dari target 149.821 anak, telah tercapai seebsar 98%.
BACA JUGA: Tak Ada Penolakan, Vaksinasi Polio di Sleman Mencapai 98%
“Jumlah ini sudah berada di atas target nasional sebanyak 95%. Malahan untuk beberapa puskemas seperti di Turi, Kalasan capainnya bisa lebih dari 100%,” kata Cahya kepada wartawan, Kamis (25/1/2024).
Menurut dia, meski berjalan dengan sukses, rencananya ada vaksinasi untuk booster. Hal ini dilakukan agar upaya pencegahan bisa lebih dimaksimalkan.
Sesuai dengan ketentuan, sambung Cahya, vaksin booster akan diberikan satu bulan setelah pemberian vaksin pertama. “Pelaksanaan setelah pemilu atau tepatnya mulai 19-24 Februari 2024,” ungkapnya.
Menurut dia, pelaksanaan Sub-Pin polio tak lepas adanya penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) di Klaten karena adanya temuan kasus di Manisrenggo, Prambanan. Penetapan ini juga berdampak di Kabupaten Sleman dikarenkan lokasinya berbatasan langsung dengan lokasi temuan kasus. Oleh karenanya, Sleman menjadi wilayah respon KLB sehingga upaya pencegahan agar tidak terjadi penularan.
“Vaksinasi ini penting untuk pencegahan karena penyakit polio tidak bisa diobati,” katanya.
Untuk kasus, Cahya mengungkapkan Sleman sudah tidak ada kasus sejak 2007 lalu. Vaksin yang diberikan saat ini dencan cara, langkah ini dinilai tidak hanya mencegah, tapi juga sebagai upaya mengurangi risiko penyebab terjadinya penularan.
“Makanya kami terus gencar melakukan vaksinasi. Untuk yang jenis suntik, capaian imunisasi sudah di atas 95%. Makanya untuk mengoptimalkan pencegahan diberikan vaksin dengan tetes sebanyak dua kali,” katanya.
BACA JUGA: Mediasi Deadlock, Proses Sidang Gugatan PMH Wadas Berlanjut
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, Sleman berpotensi terdampak penyebaran Polio setelah adanya penetapan KLB di Klaten. Dengan kondisi geografis yang berdampingan, Kustini menegaskan bahwa monitoring penyakit ini terus dilakukan pemerintah Sleman agar tidak ditemukan di Bumi Sembada.
“Kita semua siaga dan memastikan imunisasi lanjutan ini harus dilakukan merata ke seluruh anak-anak agar kebal sehingga tidak terjadi penularan,” kata Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.
Pemkot dan DPRD Kota Jogja mengalihkan kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mendongkrak UMKM dan promosi pariwisata.
Samsung luncurkan HP refurbished Certified Re-Newed di India, Galaxy S25 Ultra bisa lebih murah hingga selisih jutaan rupiah.
Warga Sitimulyo Bantul datangi rumah lurah usai ucapan dinilai menyinggung dukuh saat kerja bakti pohon jati.
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.