El Nino Mengintai BPBD Bantul Siaga Distribusi Air Bersih
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.
Sejumlah dukuh dan KPPS mendatangi kantor KPU Sleman menuntut transparansi dan langkah hukum untuk vendor penyedia snack, Jumat (26/1/2024)/harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY ikut berkomentar soal polemik sajian makanan ringan atau snack dalam acara pelantikan petugas KPPS Sleman yang kemarin viral di sosial media. Dalam acara itu petugas KPPS hanya disuguhi snack dengan dua jenis kue dan satu air mineral gelas dan dinilai jauh dari kata layak.
Sekda DIY Beny Suharsono mengatakan, di sosial media dan media daring belum ada pernyataan yang jelas siapa yang mesti bertanggung jawab atas kejadian itu. Sejumlah pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang menyedot perhatian banyak orang itu itu malah saling lempar-lemparan, sehingga membuat masyarakat semakin bingung.
"Itu harus ada yang tanggung jawab," kata Beny, Jumat (26/1/2024).
BACA JUGA: Viral Konsumsi Pelantikan KPPS Dinilai Tak Layak, Ini Penjelasan Ketua KPU Bantul
Menurutnya, meskipun dalam klarifikasi KPU Sleman urusan snack diberikan langsung kepada vendor atau pihak ketiga tetapi dengan perhitungan yang sederhana saja masyarakat bisa menilai ada yang janggal dalam sajian tersebut. Oleh karenanya, Beny meminta masing-masing pihak bertanggung jawab.
"Ketika KPU kepada vendor kan sudah ada perjanjian uang sebesar itu misalnya Rp15.000 kali anggota KPPS Sleman itu pasti ketemu rupiah besar sekali, itu kan angka yang tidak sedikit dikelola oleh sekretariat atau apapun di KPU. Tinggal ditagih saja tanggung jawab masing-masing," katanya.
KPU Sleman memang sudah meminta maaf terhadap kejadian itu. Hanya saja, Beny menganggap permasalahan tentu tidak rampung begitu saja. Harus ada tindak lanjut dari masing-masing pihak agar persoalan itu rampung dan diselesaikan dengan seksama, dengan demikian tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
"Masak Rp15.000 misalnya hanya air mineral gelas sama roti, itu kan bisa dihitung kan ketemu rupiah kan jelas sekali, sekarang apa yang tidak jelas. Air mineral gelas berapa, roti misalnya satu potong berapa, box berapa, ketemu rupiah. Kalau saya kan klir langsung," jelasnya.
BACA JUGA: 83.524 Anggota KPPS di DIY Dilantik Hari Ini
Beny menambahkan, dengan tugas KPPS yang cukup berat ke depannya harusnya penyelenggara Pemilu bisa menghargai kerja-kerja mereka. Selain itu perlu pula dukungan yang lain untuk memastikan penyelenggaraan Pemilu berjalan lancar tanpa adanya satu insiden apapun seperti Pemilu 2019 lalu, saat banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia.
"Makanya besok kami akan menerima Bawaslu bagaimana dukungan dari segi kesehatan, apa sudah ada anggarannya kalau sudah ada ya gunakan, Pemilu kan sudah ada penyelenggaranya kami di wilayah menyiapkan supaya tidak berbenturan. Makanya kalau Rp15.000 digunakan ya harus segitu," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.
Dinas Rahasia AS memastikan pelaku penembakan di dekat Gedung Putih tewas setelah baku tembak dengan agen keamanan. Donald Trump dilaporkan aman.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Penembakan terjadi di dekat Gedung Putih, AS. FBI dan Dinas Rahasia menangani insiden yang melukai dua orang.
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.