PSS Sleman Kalah Dramatis di Final, Rekor Kandang Akhirnya Pecah
PSS Sleman gagal juara usai kalah adu penalti dari Garudayaksa. Rekor kandang pecah, fokus jadi evaluasi utama.
Ilustrasi pekerja proyek jalan tol Jogja./ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sejumlah masjid dan musala di Kulonprogo berpotensi terdampak pembangunan Tol Jogja-YIA.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Kulonprogo, Haris Widiyanto mengungkapan ada 22 masjid dan musala di Kulonprogo yang bakal terdampak proyek tol. Masjid dan musala ini tersebar di empat Kapanewon, yakni Kapanewon Temon, Kokap, Pengasih dan Sentolo. "Melewati tanah warga termasuk tanah wakaf," ungkapnya, Jumat (2/2/2024).
Masjid dan musala di Kapanewon Sentolo paling banyak terdampak yakni sebanyak delapan titik. Disusul Kapanewon Temon sebanyak tujuh lokasi, Kokap empat lokasi dan Pengasih tiga lokasi. Tak hanya berstatus wakaf, sejumlah musala pribadi pun juga bakal terdampak tol.
Nantinya, kata dia, musala dan masjid terdampak akan dibangun ulang di lokasi lain. Dalam pemindahannya akan digelar koordinasi antara warga pengguna tempat ibadah, pengurus masjid/musala, Kemenag dan pihak pengembang tol.
BACA JUGA: Dampak Tol Jogja-Solo, Ring Road Diwacanakan Dipasang Bundaran Besar
Tanah pengganti diharapkan bisa sesuai dengan yang dikehendaki warga jemaah pengguna masjid/musala terdampak. Bangunan masjid baru akan disesuaikan dengan nilai appraisal tanah dan bangunan pada masjid terdampak sebelumnya.
Minimal harus senilai atau sepadan dengan tanah dan bangunan awal. "Kami melindungi warga, khususnya wakif yang sudah mewakafkan tanahnya itu kan harapannya mendapat tabungan amal selamanya sampai besok di kiamat. Jangan sampai tanah itu hilang," tegasnya.
Hingga kini belum ada pertemuan atau rapat lanjutan tentang pemindahan ini. Pasalnya aktivitas pembangunan tol seperti pembukaan lahan belum nampak di Kulonprogo. Baru sebatas pematokan. Saat ini pembangunan yang terlihat berlangsung masif masih berada di wilayah Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman gagal juara usai kalah adu penalti dari Garudayaksa. Rekor kandang pecah, fokus jadi evaluasi utama.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.