Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Dunia digital - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja mulai menerapkan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) versi 3 pada Senin (5/2/2024).
Srikandi Versi 3 merupakan pengembangan Srikandi versi 2 dengan adanya fitur-fitur tambahan yang memudahkan bagi layanan pengguna.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja, Afi Rosdiana, Srikandi merupakan sistem pengelolaan arsip dinamis yang diluncurkan sejak 2021, hasil kolaborasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Pengembangan Srikandi dilatarbelakangi dengan adanya kondisi praktik pemanfaatan teknologi tersebut masih menimbulkan beberapa permasalahan, seperti pengelolaan Kearsipan secara elektronik yang belum terintegrasi, pengiriman surat secara elektronik menggunakan kanal yang tidak andal dan terpercaya.
“Serta adanya pemalsuan dan akses tidak sah atas arsip yang berakibat kurangnya kepercayaan masyarakat pada keabsahan arsip yang dihasilkan dari kegiatan administrasi pemerintahan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (4/2/2024).
Pada akhir Mei 2023, Pemkot Jogja telah bergabung dalam akun Live Srikandi versi 2, sebagai wujud Meski demikian, Srikandi yang telah diterapkan di lingkungan Pemkot Jogja belum berjalan lancar karena adanya beberapa kendala yang dihadapi, salah satunya adalah pemahaman terkait Srikandi yang belum meluas ke seluruh personil di Pemkot Jogja.
“Seiring dengan adanya pengembangan Srikandi dari versi 2 ke versi 3 oleh Kementrian Kominfo, maka kami berupaya untuk merespon dengan segera program dari Pusat untuk peningkatan kinerja Pemkot Jogja ke depannya,” kata dia.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Akan Bangun 4 Ruang Terbuka Hijau Pada 2024, Ini Lokasinya
Pihaknya juga telah menyelenggaraan Bimtek Srikandi versi 3, pada Kamis (1/2/2024) lalu. Hal ini perlu dilakukan guna peningkatan pemahaman personil di Perangkat Daerah/Unit Kerja sehingga penerapan Srikandi dapat berjalan lebih lancar.
Dengan terselenggaranya Bimbingan Teknis Srikandi Versi 3, diharapkan beberapa waktu ke depan implementasi Srikandi dapat berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja Pemkot Jogja, serta dapat bermanfaat bagi Perangkat Daerah/Unit Kerja dalam memberikan layanan admnistrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.