Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Koalisi Pegiat HAM Yogyakarta mengirimkan kaca pembesar untuk para pejabat Istana RI, lewat Kantor Pos Jogja, Selasa (6/2/2024)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA–Koalisi Pegiat HAM Yogyakarta mengirimkan kaca pembesar untuk para pejabat Istana lewat Kantor Pos Jogja, Selasa (6/2/2024).
Kaca pembesar ini menjadi simbol teguran atas abainya Presiden Joko Widodo dan para pejabat Istana terkait dengan gelombang seruan moral dari para akademisi.
Koordinator Koalisi Pegiat HAM Yogyakarta, Tri Wahyu menjelaskan perkembangan terkini makin banyak gerakan moral dari Guru Besar dan civitas academica lintas kampus di Indonesia yang kritisi situasi pemerintahan yang makin tidak demokratis dan beretika.
“Atas gerakan moral tersebut, Presiden menyatakan hak demokrasi, namun fakta yang diungkap majalah investigasi terkemuka di Indonesia ada aparat yang mengintimidasi sejumlah petinggi kampus. Koordinator Stafsus Presiden Saudara Ari Dwipayana bahkan menyatakan bahwa gerakan Guru Besar dan civitas academica tersebut adalah orkestrasi kepentingan elektoral,” ujarnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, pihaknya mengecam keras pernyataan Ari Dwipayana yang melupakan akar sebagai akademisi sekaligus pernah aktif di salah satu NGO di Jogja, dengan keblinger menyatakan gerakan moral Guru Besar dan civitas academica lintas kampus di Indonesia sebagai orkestrasi kepentingan elektoral.
“Saudara Ari Dwipayana yang mestinya membawa nilai-nilai keilmuan dan idealisme malah terjerembab dalam fenomena akut Asal Bapak Nepotisme senang. Pemberitaan beberapa waktu terakhir jelas menyajikan fakta bagaimana berpihaknya seorang kepala negara dan beberapa menteri yang partisan untuk pemenangan dinasti nepotisme,” ungkapnya.
Koalisi Pegiat HAM Yogyakarta juga mengecam keras intimidasi aparat kepada beberapa petinggi kampus yang kritis pada pemerintahan rezim Jokowi.
Hal ini menunjukkan problem serius terkait netralitas aparat dalam Pemilu 2024 sekaligus fenomena Nabok Nyilih Tangan, yaitu Nabok Pengkritik Rezim dengan Pinjam Tangan Aparat yang jelas-jelas melanggar konstitusi dan merusak amanat reformasi 1998.
“Dengan ini kami juga mengirim kaca pembesar untuk para pejabat istana yaitu Presiden Joko Widodo, Mensesneg Pratikno dan Koordinator Stafsus Presiden Ari Dwipayana. Kaca pembesar untuk Presiden Joko Widodo kami beri nama Bangkotan, akronim dari Bapak Konflik Kepentingan,” katanya.
BACA JUGA: Sejumlah Kampus Kritik Jokowi, Mahfud MD Sebut Ada Rektor Diintimidasi
Sedangkan kaca pembesar untuk Mensesneg Pratikno diberi nama Operator atau Operator Nepotisme dan untuk Koordinator Stafsus Presiden bernama Busuk. Kaca pembesar yang dapat dipakai untuk memperjelas penglihatan pejabat istana atas makin brutal dan busuknya kongkalikong di istana untuk kepentingan elektoral dan dinasti nepotisme Jokowi.
“Upaya ini untuk menjaga mandat reformasi dengan menolak keras dinasti nepotisme Jokowi yang membawa Indonesia kembali mundur situasi kondisi demokrasi sebelum reformasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.
Indonesia All Stars siap menghadapi Aston Villa di SUGBK pada 1 Agustus 2026. Brandon Scheunemann masuk skuad bersama Ezra Walian, Zé Valente, dan Hokky Caraka.
RUU Perampasan Aset disebut ditolak DPR ramai di media sosial. Pengamat menegaskan pembahasan masih berjalan dan mengingatkan publik agar tidak terjebak hoaks.