Kasus Baru HIV di Kota Jogja Turun, Ada Temuan 41 Kasus hingga Juni 2026
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Polisi sedang melakukanoOlah TKP kecelakaan bus pariwisata di jalan Imogiri-Mangunan Bantul, Jumat (9/2/2024)./ Ist - Polres Bantul
Harianjogja.com, BANTUL–Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Sat Lantas Polres Bantul bersama Unit Gakkum Polda DIY melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus kecelakaan bus pariwisata Saestu Trans di Bukit Bego Jalan Dlingo-Imogiri, Bantul, Jumat (9/2/2024) siang. Menurut polisi, sopir bus menyebut awalnya kondisi bus prima.
Namun dari olah TKP tersebut didapati kecelakaan di Bukit Bego itu disebabkan karena rem tidak berfungsi. Kanit Gakkum Ditlantas Polda DIY, AKBP Sugiyanta menyampaikan dalam olah TKP tersebut, kepolisian menggunakan Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengungkap penyebab kecelakaan tunggal yang merenggut tiga korban jiwa tersebut.
BACA JUGA: Kecelakaan Bus di Bukit Bego, Bupati Bantul: Mudah-mudahan Jadi Peristiwa Terakhir
Dia menyampaikan berdasarkan analisis sementara, kendaraan itu mengalami rem blong saat melewati jalanan menurun. AKBP Sugiyanta menjelaskan bahwa dari keterangan sopir dan olah TKP sementara sebenarnya kendaraan tersebut dalam keadaan prima.
"Dari atas [Mangunan] kendaraan tersebut semuanya berfungsi normal. Namun sekitar satu kilometer sebelum kejadian kendaraan sempat mengalami kendala. Di mana kala itu, bus tiba-tiba blank semua, rem tangan ataupun rem kaki tak berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Dia menyampaikan sopir dan kenek bus tersebut sudah tidak dapat berbuat banyak karena kendaraan meluncur tak terkendali. Kemudian sekitar 500 meter sebelum kejadian sopir membanting setir ke kiri, karena di kanan jalan ada tebing.
Usai banting setir ke kiri, bus kemudian terpelanting dan ambruk ke kiri. Saat itu sopir bersama kernet sudah bisa keluar dan meminta agar para penumpang segera keluar dari bus. Namun ketika berusaha meminta penumpang keluar, tiba-tiba bus merosot sekitar 55-60 meter. Bus baru berhenti di lokasi terakhir tersebut.
Dia menyampaikan pihaknya memang sengaja menurunkan alat TAA untuk memberikan gambaran secara langsung kecelakaan tersebut. Karena alat TAA ini memiliki kemampuan untuk menggambar situasi dengan Animasi ketika sudah melihat lokasi kejadian.
"Kami membawa alat TAA untuk memastikan apakah ini [laka bus Saestu Trans di Bukit Bego ini] kelalaian sopir atau ada trouble pada kendaraan," jelas dia. Dalam olah TKP kecelakaan di Bukit Bego Bantul tersebut pihaknya juga menghadirkan sopir dan kenek bus nahas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Dinkes Kabupaten Magelang membekali 35 petugas Promkes dari puskesmas dan rumah sakit dengan kemampuan memanfaatkan AI dan menulis artikel.
Media Belanda menyoroti drama Timnas Indonesia vs Bangladesh 9-2 yang ditentukan tiga gol pada menit-menit akhir FIFA ASEAN Cup 2026.
Jalan berlubang menjadi salah satu kondisi yang cukup sering ditemui pengendara, terutama ketika melintasi ruas jalan yang sedang diperbaiki dan tidak rata.
Daftar Kapolri dari masa ke masa sejak 1945. Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri ke-26 setelah menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
Cristiano Ronaldo meninggalkan kamp Portugal. Media melaporkan akun Timnas Portugal kehilangan sekitar 500 ribu followers setelah kabar tersebut mencuat