Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Kontraktor penggarapan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman Sleman melakukan tahapan continue clearing area dan pembuatan akses pengganti STA 56+450 s/d STA 56+525./Istimewa -- PT. Adhi Karya
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kehadiran tol Jogja-Solo yang meintasi sampai Kulonprogo, dipersiapkan Pemkab dengan merencanakan pembangunan rest area di exit tol. Rencananya ada dua rest area di exit tol yang berada di Bumi Binangun.
Pemkab Kulonprogo bahkan memiliki dua desain exit tol untuk menunjang pembangunan kawasan berkat kehadiran jalan tol tersebut. Dua desain exit tol ini terus dibahas dan disempurnakan.
Terbaru, Penjabat Bupati Kulonprogo Ni Made Dwipanti Indrayanti melakukan pembahasan desain exit tol tersebut dengan Bappeda pada Selasa (20/2/2024) kemarin. "Masih terus kami bahas untuk kami sampaikan ke Pemda DIY, karena keputusannya kan bersama tidak kami sendiri," kata Ni Made, Rabu (21/2/2024).
Ni Made menjelaskan dua rest area yang diusulkan dibangun tersebut berada di Kapanewon Sentolo dan Temon. "Di Sentolo di Kalurahan Kaliagung, di Temon di dekat Bandara YIA," ujarnya.
Exit tol di Bumi Binangun sendiri direncanakan di tiga titik. "Yang satu di Wates tidak kami rencanakan untuk dibangun rest area, karena tidak memungkinkan," tuturnya.
BACA JUGA: Hampir Tembus 70 Persen, Begini Progres Pembebasan Lahan Tol Jogja Solo YIA Kulonprogo
Selain itu, exit tol di Kapanewon Wates juga berdekatan dengan Taman Budaya Kulonprogo. "Nanti kami maksimalkan saja Taman Budaya itu agar dapat mendukung pembangunan kawasan dan mengait pertumbuhan ekonominya," terangnya.
Sejauh ini Pemkab Kulonprogo, sambung Ni Made, terus berkooridnasi dengan Pemda DIY dan Kementerian PUPR untuk menyiapkan tol Jogja-Solo, ruas Kulonprogo. "Pembebasan lahan belum dilakukan, masih kooridnasi dengan berbagai pihak," katanya.
Perencanaan pembangunan rest area di exit tol, jelas Ni Made, terutama untuk memastikan kehadiran tol di Bumi Binangun menggerakan perekonomian wilayah. "Agar perekonomian tumbuh, terutama UMKM dapat meningkatkan ekonominya berkat tol ini," ungkapnya.
Kehadiran tol di Kulonprogo, menurut Ni Made, jangan sampai hanya untuk lewat saja melainkan para penggunanya juga dapat meningkatkan perekonomian Bumi Binangun. "Jangan sampai hanya jadi tempat lewat, makanya kami desain rest area dan exit tol yang benar-benar memungkinkan adanya pergerakan ekonomi di sekitar tol, untuk kepentingan masyarakat luas," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
KPK memeriksa Dirut PT Catur Elang Perkasa terkait dugaan korupsi investasi dan pinjaman jangka panjang PPT Energy Trading.
UMY menolak pembangunan dapur MBG di kampus dan memilih mendukung program melalui riset dosen serta magang mahasiswa.
Polsek Prambanan dan Pos Lantas Mitra 11 menyita 10 motor saat razia balap liar di wilayah Prambanan, Klaten.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.