Jelang Iduladha, Pengurusan SKKH di Sleman Justru Sepi Peminat
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Sebanyak 274 atlet dan 54 pelatih di Gunungkidul akan mengikuti ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2024. Popda akan digelar mulai tanggal 4-8 Maret 2024 di DIY. Dalam perhelatan tersebut, Dinas Pemuda dan Olahraga Gunungkidul menargetkan perolehan 25 emas. - ist/Dispora Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Gunungkidul menargetkan perolehan 25 emas dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Tahun 2024. Target tersebut sama seperti tahun lalu.
Kepala Dispora Gunungkidul, Supriyanto mengatakan Gunungkidul hanya mengikuti 27 cabang olahraga dari 29 cabang olahraga (cabor) dan 1 eksebisi yang dipertandingkan. Dia mengaku ada dua cabor tidak diikuti karena tidak memiliki atlet yang siap pada tingkat pelajar. “Cabor balap sepeda dan wushu tidak kita ikuti karena belum mempunyai atlet ditingkat pelajar. Jumlah atlet tahun ini berkurang jika kita bandingkan dengan tahun kemarin,” kata Supriyanto dalam keterangan tertulis, Rabu (28/2/2024).
Dengan begitu, pada perhelatan Popda 2024, Gunungkidul menerjunkan 274 atlet dan 54 pelatih. Jumlah tersebut terpaut jauh dari perhelatan Popda 2023 di mana Gunungkidul menerjunkan kontingen mencapai dari 400 peserta yang meliputi atlet dan pelatih.
BACA JUGA: Kolaborasi UMKM dan Pariwisata Dorong Perekonomian Sleman
Popda akan digelar mulai 4-8 Maret 2024 di DIY. Namun rangkaian kejuraan akan dimulai tanggal 1 Maret 2024 dengan cabor Karate dan Panjat Tebing.
Sedangkan Bupati Gunungkidul, Sunaryanta meminta seluruh official memberikan yang terbaik kepada atlet yang didampingi. Dia meminta para atlet menjaga pola makan, pola istirahat, dan pola latihan yang baik untuk dapat menjadi atlet yang berkualitas.
Sunaryanta menambahkan agar pelatih dan official untuk menjaga sportifitas selama pelaksaan Popda 2024. Kehormatan menjadi hal yang harus ditanamkan dalam hati.
“Jadikan Popda ini momentum yang baik untuk mengembangkan karir personal, dan berprestasi. Saya yakin jika persiapan matang, latihan yang baik maka akan dapat menggapai prestasi yang diinginkan,” kata Sunaryanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.