Tol Jogja-Solo di Ringroad Kronggahan Rampung Oktober 2026, Desember Fungsional
Tol Jogja-Solo Paket 2.2 di Kronggahan ditargetkan rampung Oktober 2026, termasuk Ramp On dan Ramp Off yang terhubung ke Jogja-Bawen.
Suasana sidang kasus pembunuhan dan mutilasi mahasiswa Universitas Muhammadiya Yogyakarta (UMY) Redho Tri Agustian, 20, dengan terdakwa Waliyin, 29, dan Ridduan, 38, di Pengadilan Negeri Sleman pada Kamis (29/2/2024). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Persidangan kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Redho Tri Agustian, 20, asal Bangka Belitung telah memasuki babak akhir. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman menjatuhkan hukuman mati kepada dua terdakwa Waliyin, 29, dan Ridduan, 38, dan memerintahkan keduanya tetap ditahan selama menunggu eksekusi mati.
Dalam pembacaan amar putusan, Hakim Ketua Cahyono menyampaikan bahwa terdakwa satu Waliyin bin Kodrat almarhum dan terdakwa Ridduan alias Iwan bin Iis Iskandar telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan pembunuhan berencana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan satu primer penuntut umum.
"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Waliyin bin Kodrat almarhum dan terdakwa Ridduan alias Iwan bin Iis Iskandar oleh karena itu masing-masing dengan pidana mati," tegas Cahyono pada Kamis (29/2/2024).
Dalam penjatuhan pidana terhadap para terdakwa, ada sejumlah keadaan yang memberatkan terdakwa. Seperti perbuatan para terdakwa yang tidak manusiawi hingga meresahkan masyarakat.
"Keadaan yang memberatkan adalah perbuatan para terdakwa mengakibatkan matinya korban. Perbuatan para terdakwa mengakibatkan duka yang mendalam bagi keluarga korban. Para terdakwa dalam melakukan pembunuhan secara keji, tidak manusiawi dan tidak beradab dengan cara dimutilasi sehingga meresahkan masyarakat," ungkap Cahyono.
Sementara Mejelis Hakim tidak menemukan keadaan yang meringankan untuk para terdakwa. "Menimbang berdasarkan keadaan keadaan yang memberatkan maka Majelis Hakim menjatuhkan hukuman yang sama dengan tuntutan penuntut umum yaitu hukuman mati," tegasnya.
BACA JUGA: Kegiatan Spiritual dan Keagamaan di Candi Prambanan Jadi Daya Tarik Wisata
Meskipun para terdakwa dan keluarganya datang di persidangan untuk meminta maaf, namun perwakilan dari keluarga korban sudah tidak memaafkan perbuatan kedua terdakwa. Perwakilan keluarga korban lanjut Cahyono juga menuntut para terdakwa agar dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya
Selain itu selama menunggu eksekusi, Hakim Ketua Cahyono memerintahkan kepada para terdakwa Waliyin dan Ridduan untuk tetap ditahan. "Memerintahkan para terdakwa tetap ditahan sebelum dieksekusi hukuman mati. Tidak alasan secara hukum untuk mengeluarkan para terdakwa dari tahanan," katanya.
Menanggapi putusan tersebut, penasihat hukum para terdakwa, Sri Karyani menyatakan akan pikir-pikir atas putusan ini. "Setelah kami koordinasi dengan para terdakwa atas putusan yang diberikan Majelis Hakim, kami menyatakan pikir-pikir," ungkapnya.
Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hanifah juga menyatakan hal yang serupa. "Sikap yang sama, juga pikir-pikir," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tol Jogja-Solo Paket 2.2 di Kronggahan ditargetkan rampung Oktober 2026, termasuk Ramp On dan Ramp Off yang terhubung ke Jogja-Bawen.
Apple akan memperketat Full Disk Access di macOS dengan kontrol tambahan karena risiko AI agent yang semakin mampu dan otonom.
Jennifer Hubner disorot netizen Malaysia setelah komentarnya soal permainan Timnas Malaysia. Polemik kemudian melebar ke persoalan keluarga.
Prancis ditahan Italia 1-1 di Stade de France. Zidane tetap puas meski Les Bleus gagal mempertahankan catatan sempurna di Nations League.
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
PSS Sleman menggelar latihan 11 lawan 11 dengan wasit di Stadion Maguwoharjo untuk menjaga ritme permainan selama jeda internasional.