Tarif Air Curah DIY Bakal Naik, Pelanggan Bantul Waswas
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah partai politik di Kota Jogja sudah bersiap menghadapi Pilkada serentak 2024 yang rencananya bakal digulirkan pada November mendatang. Hasil Pemilu 2024 yang telah ditetapkan oleh KPU setempat jadi gambaran bagi partai untuk mengusung jagoannya masing-masing.
Berdasarkan rekapitulasi hasil Pemilu 2024 tingkat Kota Jogja suara partai terbesar dimenangkan oleh PDIP dengan 60.246 suara diikuti Gerindra 33.645 suara, PKS 30.824 suara, Golkar 24.104 suara dan PAN 21.146 suara. Dari lima besar itu baru Gerindra dan PAN yang sudah mengkonfirmasi jagoannya di Pilkada Jogja.
BACA JUGA : KPU Bantul Buka Pendaftaran Pengawas Pilkada
Ketua Gerindra Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat mengatakan, hasil Pemilu 2024 di Kota Jogja membuat percaya diri mengusung kader sendiri untuk ikut dalam kontestasi Pilkada serentak mendatang. Dengan duduk di peringkat dua perolehan suara terbanyak di Pemilu 2024 Kota Jogja, pihaknya menargetkan calon Walikota Jogja dari kadernya sendiri.
"Kalau nama tentu salah satu kandidat dari kami yakni Mas Budi Waljiman," katanya, Sabtu (2/3/2024).
Sinarbiyat mengatakan, dalam waktu dekat akan berkomunikasi dengan partai politik lain untuk berkoordinasi dan berkomunikasi guna melihat sejauh mana respons mereka terhadap calon yang diusung itu. Setelah itu hasil tersebut akan dilaporkan ke Gerindra pusat untuk meminta persetujuan rekomendasi.
"Menurut kami beliau salah satu kader terbaik yang layak kita dorong maju, kebetulan juga suaranya di Pileg 2024 signifikan dan layak untuk ditampilkan dalam kontestasi Pilkada," jelasnya.
Sekretaris PAN Kota Jogja Rifki Listianto mengatakan, melihat hasil Pemilu 2024 pihaknya akan meninjau ulang target partainya yang sejak awal sudah mengusung Heroe Poerwadi sebagai calon Walikota Jogja.
Sebab, perolehan suara dan kursi PAN diperkirakan berkurang dibandingkan Pemilu 2019 lalu yakni turun dua kursi menjadi empat dari yang sebelumnya enam kursi.
"Kalau mau jadi calon Walikota Jogja sangat berat sekali dengan empat kursi, target kita kan sebenarnya delapan kursi agar bisa secara mandiri mencalonkan," ujarnya.
Menurut Rifki, dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi juga dengan partai lain untuk melihat peluang apakah partainya bisa mencalonkan Heroe Poerwadi sebagai calon Walikota Jogja atau tidak. Jika tidak memungkinkan pihaknya rela mengusung Heroe sebagai calon Wakil Walikota Jogja.
"Target calon Walikota Jogja akan dikaji ulang lagi karena kursi kita tinggal empat. Kita tetap usung kader sendiri tapi melihat situasi juga karena dinamikanya kan masih sangat cair sekali. Kalau kita maju nanti bisa sebagai wakil atau sebagai walikota ya tetap kajian ulang," katanya.
Sementara dua partai lainnya yakni PDIP dan PKS tampaknya masih melihat situasi dan perkembangan politik ke depannya dalam Pilkada serentak 2024. Bendahara PKS Jogja Triyono Hari Kuncoro menyebutkan, partainya baru pekan depan melakukan koordinasi untuk membahas pelaksanaan Pilkada serentak.
"Pekan depan baru ada rapat dengan struktur setelah itu baru bisa memberikan pernyataan. Sampai sekarang belum ada informasi yang bisa kami berikan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Bali United vs Bhayangkara FC sore ini. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan peluang kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.