Bantul Creative Expo 2026 Bidik Omzet Rp2,3 Miliar
Bantul Creative Expo 2026 menargetkan omzet Rp2,367 miliar dan 110.000 pengunjung selama 1-9 Agustus di Stadion Sultan Agung Bantul.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah partai politik di Kota Jogja sudah bersiap menghadapi Pilkada serentak 2024 yang rencananya bakal digulirkan pada November mendatang. Hasil Pemilu 2024 yang telah ditetapkan oleh KPU setempat jadi gambaran bagi partai untuk mengusung jagoannya masing-masing.
Berdasarkan rekapitulasi hasil Pemilu 2024 tingkat Kota Jogja suara partai terbesar dimenangkan oleh PDIP dengan 60.246 suara diikuti Gerindra 33.645 suara, PKS 30.824 suara, Golkar 24.104 suara dan PAN 21.146 suara. Dari lima besar itu baru Gerindra dan PAN yang sudah mengkonfirmasi jagoannya di Pilkada Jogja.
BACA JUGA : KPU Bantul Buka Pendaftaran Pengawas Pilkada
Ketua Gerindra Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat mengatakan, hasil Pemilu 2024 di Kota Jogja membuat percaya diri mengusung kader sendiri untuk ikut dalam kontestasi Pilkada serentak mendatang. Dengan duduk di peringkat dua perolehan suara terbanyak di Pemilu 2024 Kota Jogja, pihaknya menargetkan calon Walikota Jogja dari kadernya sendiri.
"Kalau nama tentu salah satu kandidat dari kami yakni Mas Budi Waljiman," katanya, Sabtu (2/3/2024).
Sinarbiyat mengatakan, dalam waktu dekat akan berkomunikasi dengan partai politik lain untuk berkoordinasi dan berkomunikasi guna melihat sejauh mana respons mereka terhadap calon yang diusung itu. Setelah itu hasil tersebut akan dilaporkan ke Gerindra pusat untuk meminta persetujuan rekomendasi.
"Menurut kami beliau salah satu kader terbaik yang layak kita dorong maju, kebetulan juga suaranya di Pileg 2024 signifikan dan layak untuk ditampilkan dalam kontestasi Pilkada," jelasnya.
Sekretaris PAN Kota Jogja Rifki Listianto mengatakan, melihat hasil Pemilu 2024 pihaknya akan meninjau ulang target partainya yang sejak awal sudah mengusung Heroe Poerwadi sebagai calon Walikota Jogja.
Sebab, perolehan suara dan kursi PAN diperkirakan berkurang dibandingkan Pemilu 2019 lalu yakni turun dua kursi menjadi empat dari yang sebelumnya enam kursi.
"Kalau mau jadi calon Walikota Jogja sangat berat sekali dengan empat kursi, target kita kan sebenarnya delapan kursi agar bisa secara mandiri mencalonkan," ujarnya.
Menurut Rifki, dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi juga dengan partai lain untuk melihat peluang apakah partainya bisa mencalonkan Heroe Poerwadi sebagai calon Walikota Jogja atau tidak. Jika tidak memungkinkan pihaknya rela mengusung Heroe sebagai calon Wakil Walikota Jogja.
"Target calon Walikota Jogja akan dikaji ulang lagi karena kursi kita tinggal empat. Kita tetap usung kader sendiri tapi melihat situasi juga karena dinamikanya kan masih sangat cair sekali. Kalau kita maju nanti bisa sebagai wakil atau sebagai walikota ya tetap kajian ulang," katanya.
Sementara dua partai lainnya yakni PDIP dan PKS tampaknya masih melihat situasi dan perkembangan politik ke depannya dalam Pilkada serentak 2024. Bendahara PKS Jogja Triyono Hari Kuncoro menyebutkan, partainya baru pekan depan melakukan koordinasi untuk membahas pelaksanaan Pilkada serentak.
"Pekan depan baru ada rapat dengan struktur setelah itu baru bisa memberikan pernyataan. Sampai sekarang belum ada informasi yang bisa kami berikan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantul Creative Expo 2026 menargetkan omzet Rp2,367 miliar dan 110.000 pengunjung selama 1-9 Agustus di Stadion Sultan Agung Bantul.
Pemasangan balok girder Tol Jogja-Solo di dekat RS Panti Rini disertai rekayasa lalu lintas. Polisi memastikan arus Jalan Solo-Jogja tetap lancar.
Bocoran iPhone 18 Pro dan Pro Max mengungkap kamera variable aperture, chip 2 nm, baterai lebih besar, hingga perkiraan harga.
Kemenag Kota Cirebon memblokir nomor seri 177 blangko buku nikah yang dicuri di KUA Kesambi agar tidak bisa disalahgunakan.
Kemensos mencoret 880 penerima bansos di Sukoharjo yang terindikasi bermain judi online. DPRD meminta langkah tegas menjadi efek jera.
DPRD Bantul meminta seleksi Pilur 2026 berlangsung transparan dan objektif jika bakal calon lurah melebihi lima orang di satu kalurahan.