Jaga Kualitas Ikan, Pabrik Es Dibangun di Pantai Baron Gunungkidul
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.
Ilustrasi Menparekraf, Sandiaga Uno mengunjungi Desa Wisata Pentingsari, Sleman./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mencatat hingga sekarang ada 80 desa wisata di Bumi Handayani. Untuk pengembangan yang lebih massif lagi, pengelola wisata diminta saling bekerjasama.
Kepala Dispar Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, 80 desa pariwisata di Sleman terdiri dari berbagai kategori. Adapun rinciannya, yang berstatus mandiri ada 12 desa, kategori maju 17 desa, 18 desa berkategori berkembang. “Untuk sisanya sebanyak 33 desa wisata masih berstatus rintisan,” kata Ishadi dalam keterangannya, Selasa (5/3/2024).
Menurut dia, pengembangan desa wisata di Sleman sangat prospektif. Salah satunya untuk meningkatkan kesejahteraan bagi warga di sekitar lokasi desa wisata.
Oleh karenanya, sambung Ishadi, upaya pendampingan dan memperkuat keberadaan desa wisata akan terus dilakukan. Ia tidak menampik untuk saat sekarang, pengelolaan desa wisata belum bisa dijadikan sebagai mata pencaharian utama, namun dengan pengembangan yang secara berkelanjutan maka hasilnya akan dirasakan oleh warga.
“Tentunya upaya pendampingan terus dilakukan, tetapi yang menjadi kunci adalah antar pengelola desa wisata harus bisa saling bekerja sama,” katanya.
Ia mengungkapkan, keberadaan desa wisata memiliki keunggulan dan ciri khas masing-masing. Adanya sinergitas antar pengelola diharapkan dapat meningkatkan pamor dari desa wisata yang sudah ada.
“Salah satunya dengan pengembangan paket wisata yang menyediakan jasa kujungan ke sejumlah desa wisata. dengan begini, kunjungan bisa lebih merata dan dampaknya juga akan dirasakan,” katanya.
BACA JUGA: Diluluhlantakkan Pandemi, Desa Wisata DIY Belum Juga Pulih
Selain dibutuhkannya sinergitas antardesa wisata, Ishadi juga berharap kepada pengelola agar pengembangan juga memanfaatkan potensi adat seni budaya dan tradisi yang dimiliki. Perpaduan ini bisa menjadi salah satu daya Tarik untuk mendatangkan pengunjung.
“Aspek-apsek keberlanjutan dalam pemanfaatan potensi seni budaya, potensi alam serta ekonomi kreatif sangat dibutuhkan didalam pengembangan desa wisata,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, keberadaan desa wisata menjadi elemen penting untuk pengembangan wisata di Sleman. Menurutnya, destinasi ini memperkaya lokasi kunjungan wisata sehigga calon pengunjung memiliki banyak opsi yang akan didatangi.
“Memang wisata candi dan Kawasan lereng Merapi masih menjadi idola. Harapannya dengan pengembangan desa wisata, maka ada pemerataan kunjungan dan dampaknya bisa dirasakan oleh Masyarakat sekitar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.
Bareskrim Polri menggerebek sembilan sarang narkoba di Sumatera Utara, mengamankan 36 orang, serta menyita sabu dan barang bukti lainnya.
DPRD DIY menyoroti rencana pengalihan gaji PPPK ke APBN yang berpotensi mengurangi DAU dan manfaat bagi anggaran daerah.
Kemnaker menargetkan 70% lulusan pelatihan vokasi bekerja melalui transformasi BPVP, pelatihan sesuai kebutuhan industri, dan pelacakan alumni.
Kemenhub mengkaji tarif batas bawah angkutan darat, penyeberangan, dan laut untuk menjaga keselamatan serta menekan risiko praktik ODOL.
Kemenperin menargetkan produktivitas pekerja manufaktur mencapai Rp147,7 juta per orang pada 2029 melalui penguatan SDM dan pendidikan vokasi.