HUT ke-18 Harian Jogja, Perkuat Transformasi
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat
Petugas memilah sampah plastik di BUMDes Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (7/2/2023). Kelompok itu mengolah sampah organik menjadi kompos dan sampah plastik menjadi batako. – Antara/Hendra Nurdiansyah
Harianjogja.com, BANTUL–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengklaim mampu mengelola sampah hingga 30,15 ton per hari melalui beberapa Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho menyampaikan selama masa desentralisasi pengolahan sampah Pemkab Bantul mendorong pengolahan sampah melalui TPS3R yang ada.
“Terkait proses penutupan [TPST Piyungan] April ini [2024], kami terus menjalankan schedule yang ada, seperti TPS3R, saya juga mendorong [TPS3R] yang belum optimal juga,” katanya, Rabu (6/3/2024).
Saat ini ada 7 TPS3R yang telah optimal mengolah sampah hingga 30,15 ton per hari. TPS3R tersebut terdiri dari TPS3R Panggungharjo yang mampu mengolah sampah hingga 5,15 ton per hari, TPS3R Guwosari mampu mengolah sampah hingga 5 ton per hari, TPS3R Karangtengah mencapai 8,5 ton per hari. Selain itu TPS3R Caturharjo mampu mengolah sampah hingga 0,30 ton per hari, TPS3R Potorono mengolah sampah hingga 7,98 ton per hari, TPS3R Panjangrejo mencapai 0,9 ton per hari, dan TPS3R Murtigading mencapai 2,32 ton per hari.
Bambang juga mendorong pengolahan sampah melalui bank sampah, sehingga diharapkan sampah selesai di setiap rumah tangga. Selain itu menurut Bambang, Satpol PP Bantul juga telah melakukan proses yustisi bagi pembuang sampah liar.
BACA JUGA: Buang Sampah di Timur Gembira Loka, Warga Ditangkap Satpol PP Bantul
“Itu [yustisi bagi pembuang sampah liar] ultimum remedium, dengan adanya penutupan Piyungan mari kita pedulian bersama, semua terdampak,” katanya.
Selain itu menurut Bambang, Pemkab Bantul juga terus menjalankan pembangunan beberapa TPST sesuai rencana.
“Kita juga dalam proses pembangunan TPS yang baru seperti Dingkikan, [ITF Pasar] Niten dan Modalan. Tetapi ini masih proses artinya butuh waktu untuk bangunan dan alat ready beroperasional,” ujarnya.
Sebelumnya ITF Pasar Niten mulai beroperasi sejak Februari 2024 dan mampu mengolah sampah dengan kapasitas 5 ton sehari. Sementara pembangunan TPST Modalan saat ini baru mencapai 20 persen. Sementara TPST Dingkikan Argodadi, Sedayu saat ini masih dalam tahap penetapan pemenang tender. TPST Modalan dan TPST Argodadi masing-masing akan mampu mengolah sampah hingga 40 ton per hari, dan ditargetkan akan mulai beroperasi pada September 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat
1.600 penginapan tanpa izin terancam dihapus dari Airbnb, Agoda, dan Traveloka mulai 1 Agustus 2026.
Marc Marquez berpeluang comeback di MotoGP Italia 2026 usai pulih dari cedera kaki dan operasi bahu. Ducati masih menunggu hasil tes medis terakhir di Mugello.
Frank Lampard raih penghargaan pelatih terbaik LMA setelah bawa Coventry City promosi ke Premier League. Simak profil prestasi Lampard dan para pemenang lainnya
Rekomendasi HP baterai jumbo 7000 mAh terbaik 2026 untuk driver ojol. Performa stabil, anti panas, dan awet seharian di jalan. Simak daftar lengkapnya.
PDIP Kota Jogja tekankan Iduladha 1447 H sebagai momentum solidaritas sosial dan rencana kurban 5 sapi 4 kambing.