234,73 Km Jalan Kabupaten Sleman Belum Mantap, Pemkab Siapkan Rp108,88 Miliar
Survei 2025 mencatat 234,73 km jalan kabupaten Sleman belum mantap. Pemkab mengalokasikan Rp108,88 miliar untuk penanganan jalan pada 2026.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih (keempat kiri) dalam peletakan batu pertama di ITF Bawuran, Kamis (7/3/2024)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menyelenggarakan peletakan batu pertama atau ground breaking Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran di Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret, Kamis (7/3/2024). Pembangunan ITF Bawuran ditargetkan akan rampung pada April 2024 dan akan mengolah sampah 70 ton per hari.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyampaikan kapasitas pengolahan sampah di ITF Bawuran dapat mengolah sampah hingga 70 ton sampah per hari. Dari pengolahan sampah tersebut, diperkirakan sekitar 30 persennya menghasilkan sampah high value yang dapat diolah menjadi produk lainnya.
Menurut Halim, sisa pengolahan sampah tersebut berupa sampah yang low value atau sudah tidak dapat diolah menjadi produk turunan, maka akan dimusnahkan dengan incinerator.
Sementara menurut Halim, sampah anorganik akan didaur ulang menjadi panel papan untuk bahan baku furnitur, pipa PVC, bahkan beberapa sampah diubah menjadi barang upcycle. Sementara hasil olahan sampah refuse derived fuel (RDF) akan digunakan sebagai bahan bakar industri semen di Cilacap.
“Hasil pengolahan sampah di Bantul akan beragam. Kami masih merancang bagaimana dari hasil produksi sampah ini menjadi listrik, kami tunggu sama [PD] Aneka Dharma tahap demi tahap menuju ke sana,” ujarnya.
Lebih lanjut, menurut Halim, Pemkab Bantul menargetkan Bantul bersih sampah pada 2025. Pembangunan ITF Bawuran dan beberapa TPST lainnya dilakukan sebagai upaya Pemkab Bantul mengolah sampahnya secara mandiri.
“Bantul akan melakukan pengelolaan sampah secara mandiri, Bantul bisa menyelesaikan, mengolah sendiri sampah yang dihasilkan di Bantul, bahkan mengolahnya menjadi sumber daya ekonomi baru yang bernilai tinggi dari sampah organik bisa ditransformasi menjadi kompos, maggot dan beberapa produk lainnya,” ujarnya.
Sementara menurutnya Pemkab Bantul pun menggencarkan pengolahan sampah di setiap kalurahan dengan menggandeng Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di beberapa kalurahan.
BACA JUGA: ITF Pasar Niten Beroperasi, Mampu Kelola Sampah Pasar Rakyat hingga 5 Ton per Hari
“Pemerintah memfasilitasi [pengolahan sampah di kalurahan], memunculkan kemandirian pengelolaan sampah di level kalurahan, ini kapasitasnya 5-10 ton [pengolahan sampah di TPS3R],” katanya.
Sementara Direktur Utama (Dirut) PD Aneka Dharma, Yuli Budi Sasangka menyampaikan pengolahan sampah di ITF Bawuran telah mengantongi sertifikat lolos uji emisi.
‘ITF Pusat Karbonasi Bawuran CV Surya Agung Enterprise dengan teknologi modern dan telah mendapatkan sertifikat lulus uji emisi, sehingga tidak menimbulkan asap hitam lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Survei 2025 mencatat 234,73 km jalan kabupaten Sleman belum mantap. Pemkab mengalokasikan Rp108,88 miliar untuk penanganan jalan pada 2026.
Banding Adrián Fernández dikabulkan FIM. Jika 77 poin dipulihkan, pembalap Leopard Racing itu berpotensi menggeser Veda Ega di klasemen Moto3 2026.
PSIM Jogja dan PSM Makassar bermain imbang 0-0 pada babak pertama Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10/2026).
Biaya servis iPhone Duo tanpa AppleCare+ mencapai US$1.499 atau sekitar Rp27 juta. Simak daftar tarif dan biaya perbaikannya.
Frosinone vs Sassuolo di Serie A: simak jadwal, kondisi pemain, prediksi susunan pemain, dan peluang kedua tim meraih kemenangan.
Jawa Tengah meraih peringkat kedua destinasi wisata ramah muslim terbaik nasional dalam IMTI 2026, meningkat dari peringkat kelima pada periode sebelumnya.