Sultan HB X Minta Toko di Jogja Sediakan APAR untuk Cegah Kebakaran
Sultan HB X mendorong toko dan pusat perbelanjaan di Jogja menyediakan APAR sebagai langkah awal menangani kebakaran.
Petugas memilah sampah plastik di BUMDes Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (7/2/2023). Kelompok itu mengolah sampah organik menjadi kompos dan sampah plastik menjadi batako. – Antara/Hendra Nurdiansyah
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul tengah melakukan berbagai upaya untuk mengejar target mandiri dalam mengelola sampah pada tahun 2025 mendatang
"Yang kita lakukan hari ini adalah mengejar target kemandirian pengelolaan sampah di Kabupaten Bantul yang kita bahasakan Bantul Bersih Sampah 2025," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai peletakan batu pertama pembangunan kawasan pengolahan sampah di Bawuran, Bantul, Kamis (7/3/2024)
Menurut dia, pemkab sebelumnya telah selesai membangun dan meresmikan fasilitas pengolahan sampah konsep Intermediate Treatment Facility (ITF) Pasar Niten dengan kapasitas 5 ton per hari, kemudian saat ini mulai membangun lagi kawasan pengolahan sampah ITF Bawuran dengan kapasitas 70 ton.
"Artinya Kabupaten Bantul ini akan melakukan pengelolaan sampah secara mandiri, di mana setiap hari ada ratusan ton sampah dan Insya Allah tidak keluar dari Bantul, karena Bantul bisa menyelesaikan sendiri, bisa mengolah sendiri sampah yang dihasilkan di Bantul," katanya.
BACA JUGA: TPST Piyungan Ditutup, Pemkab Bantul Klaim Mampu Kelola Sampah Mandiri 30,15 Ton per Hari
Apalagi, kata dia, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Piyungan yang sebelumnya menampung dan mengolah sampah dari tiga wilayah di DIY termasuk Bantul akan ditutup pada April 2024, dan pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab masing-masing kabupaten kota.
"TPST Piyungan akan ditutup secara permanen pada April, kita harus mengejar kesiapan kita, meningkatkan kapasitas kita agar kita bisa segera mandiri di dalam mengelola sampah Kabupaten Bantul, salah satunya dengan kawasan pengolahan sampah Bawuran ini," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, Pemkab Bantul bersama kelurahan dan masyarakat dalam pengelolaan sampah terus berjuang keras agar bagaimana pengelolaan sampah itu bisa dimulai dari hulu, yaitu rumah tangga rumah tangga tingkat pedukuhan.
"Sehingga sampah yang keluar dari kelurahan adalah sampah sampah yang kita kelola sendiri di Bantul ini, baik dikelola kelurahan sendiri maupun pemerintah pusat pusat pengolahan sampah yang dibangun pemerintah kabupaten maupun di kelurahan kelurahan," katanya.
Dengan demikian, kata Bupati, Kabupaten Bantul bisa meminimalisir timbunan timbunan sampah yang dihasilkan, dan dapat mengelola sampah tersebut secara lebih produktif, karena menghasilkan barang-barang yang bernilai ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sultan HB X mendorong toko dan pusat perbelanjaan di Jogja menyediakan APAR sebagai langkah awal menangani kebakaran.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.
BPS mencatat inflasi Indonesia September 2026 sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,28% secara tahunan, dengan cabai jadi pemicu utama.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.